JATENG.NASDEM.ID – Rekrutmen anggota e-KTA DPD NasDem Jawa Tengah terus dipacu. Hal itu membuat beberapa dapil melakukan inovasi, seperti yang dilakukan oleh DPD NasDem Solo.
DPD NasDem di kota budaya itu menggelar bimbingan teknis (bimtek) pengoperasian NasDem digital sebagai alat rekrutmen e-KTA, beberapa waktu lalu.
Kordinator dapil VII Jawa Tengah Fauzi Bayu mengatakan bahwa bimtek tersebut bertujuan untuk melatih para pengurus agar dapat menginput data secara mandiri.
“Dari temuan beberapa kali konsolidasi masih banyak di hpnya belum download meskipun sudah ber-e-KTA. Setelah diverifikasi, mereka bisa melakukan perekrutan sendiri dan tidak perlu lewat admin,” katanya
Bayu mengatakan lambatnya proses rekrutmen e-KTA banyak disebabkan oleh proses input data yang masih bertumpu pada admin tiap daerah. Sedangkan tiap daerah rata-rata hanya punya satu admin saja.
“Kenapa selama ini progress e-KTA lambat karena masih banyak bertumpu pada admin di banyak DPD. Berbeda jika semuanya bisa. Saya minta semua bisa, minimal semua pengurus bisa dan bergantian mengajari kader di bawahnya,” ujarnya.
Bayu mengungkapkan bahwa masalah utama dari lambatnya rekrutmen adalah penginputan data yang terpusat pada admin. Para pengurus biasanya belum dibekali kemampuan untuk menginput data secara mandiri sehingga hal ini membebani admin karena harus menginput data dari banyak DPC.
Hingga hari ini, ia menjelaskan, memang progres perolehan e-KTA belum terlalu signifikan. Namun, para pengurus sudah bisa merekrut sekaligus menginput data secara mandiri tanpa lewat admin.
“Targetnya bukan soal kenaikan, yang penting targetnya adalah pemahaman semua pengurus tentang rekrutmen e-KTA,” ia menekankan.
Lewat bimtek ini, ia berharap agar semua pengurus mampu mengoperasikan NasDem Digital agar proses rekrutmen kader bisa lebih cepat. Dengan begitu, ia optimistis target perolehan e-KTA dapat dipenuhi di akhir tahun ini.
“Target sebelum akhir tahun ini bisa sampai 100 persen di Kota Solo maupun kota lain,” katanya.
Selain itu, Bayu juga berharap agar DPD lain turut menggelar bimtek bagi para pengurusnya demi percepatan rekrutmen digital.
“Hambatan ini mungkin terjadi di kota lain sehingga perlu adanya bimtek khusus. Bimtek juga bisa dilakukan dari tingkat DPW. Jika semua kader bisa mengoperasionalkan NasDem Digital maka percepatan rekrutmen digital juga akan terjadi,” ujarnya memastikan.
