18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Masih Muda, Wisnu Ibet Jadi Anggota DPRD Dua Periode

JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD NasDem Kabupaten Wonosobo Wisnu Ibet Pradana masih muda dalam usia. Namun, pria 31 tahun itu telah menjabat sebagai anggota DPRD untuk periode kedua.

Lelaki yang akrab disapa Ibet ini mengaku bergabung di Partai NasDem semenjak partai ini masih berbentuk ormas pada 2010 lalu. Hingga akhirnya NasDem bertransformasi menjadi partai, Ibet yang saat itu masih belia mengaku menjadi pengurus tingkat kecamatan (DPC).

“Tahun 2010 saat muncul ormas Nasional Demokrat. Saya niat bergabung dan sudah bergabung selama hampir 1 tahun. Di 2011 saya masuk di jajaran pengurusan partai. Saya mengawali kepengurusan tingkat kecamatan,” katanya di awal perbincangan dengan JATENG.NASDEM.ID.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 2014, ia memberanikan diri untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota legialatif Kabupaten Wonosonbo dengan dapil Kreteg, Kalikajar, dan Wonosobo.

Saat itu, ia baru menginjak usia 24 tahun. Ternyata Ibet membuktikan diri bisa tembus menjadi anggota dewan. Tak heran, jika ia mendapat predikat anggota dewan termuda dari NasDem seperti halnya dengan Qoriah Dwi Puspa asal Kabupaten Kebumen.

“Pada 2014 saya mencalonkan diri sebagai caleg dan Alhamdulillah terpilih. Jadi dewan pertama 2014 masih 24 tahun, saya termuda, sama dengan mbak Qori,” ujarnya.

Ibet mengaku, saat pertama kali mencalonkan diri sebagai caleg, merasa tidak mudah untuk menjaring suara mengingat masyarakat yang masih awam dengan Partai NasDem.

“Di awal 2014 partai masih baru, jadi masih sangat susah untuk mencari dukungan dan suara. Di pencalonan pertama saya masih muda, tingkat kepercayaan mayarakat masih sangat sedikit,” ia berterus terang.

Namun dengan tekad yang besar, Ibet berhasil lolos menjadi satu dari empat kader Partai NasDem yang tembus sebagai anggota DPRD Kabupaten Wonosobo.

Kariernya di NasDem pun terus meroket. Setahun menjadi anggota DPRD, Ibet dipercaya sebagai sekretaris DPD NasDem Kabupaten Wonosobo. Kemudian, karir politik mengantarkannya sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Wonosobo pada tahun 2019.

Pada Pileg 2019, Ibet kembali terpilih sebagai anggota dewan. Meski sayang, NasDem yang sebelumnya meraih empat kursi harus puas dengan tiga kursi, hasil Pileg 2019 lalu.

“Di tahun 2014, kita dapat 4 kursi. Di 2019 kita turun 1 kursi dikarenakan kasus sengketa politik. Calon yang terdaftar dicoret karena kasus politis,” katanya dengan nada kecewa.

Kini, ia optimistis bisa mengejar target yang telah ditentukan oleh Ketua DPP NasDem Bidang pemenangan Jawa III Sugeng Suparwoto, yaitu memperoleh minimal enam kursi pada Pileg 2024 mendatang.

“Kita ditarget besar, seperti apa yang disampaikan Kak Sugeng. Kita bisa 9 kursi maksimal, minimal 6 kursi. Satu kursi per dapil. Itu target yang realistis mengingat NasDem di wonosobo kursinya sedikit tapi suaranya banyak. Peringkat ke-5. Jadi masih banyak kemungkinan,” kata Ibet optimistis.

Bapak satu anak ini mengaku target tersebut tak muluk-muluk. Ia yakin dengan strategi menggandeng kaum milenial.

“Di Wonosobo banyak pengurus produktif, kita berusaha menggandeng dan menggaet milenial untuk mencalonkan diri di Nasdem pada (Pileg) 2024. Jika banyak milenial yang bergabung maka bisa diraih 60 ribu suara di Wonosobo. Itu sangat realistis,” Ibet menjabarkan.

Hingga Selasa (12/5), ia menambahkan, DPD NasDem Kabupaten Wonosobo telah mengantongi sekitar 2.754 e-KTA. Hasil itu menempatkan Wonosobo di peringkat 13 di Jawa Tengah. Ia meyakini jumlah ini akan terus meningkat.

“E-KTA kita targetkan di angka 25 persen. Sekitar 3.500. Untuk keanggotaan ada kendala, ada pertanyaan dari warga terkait KTP. Kalau fotokopi KTP biasanya ngasih. Takut disalahgunakan,” ia menyampaikan kendala.

Ibet berharap agar seluruh jajaran partai menjalin jaringan dan mengakomodir massa agar dapat meraih target di 2024. Menurutnya akan sangat bagus jika ada sinergi kabupaten provinsi dan pusat sehingga tidak terkesan jalan sendiri-sendiri.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top