JATENG.MEDIA.ID – NasDem Wonogiri mendorong program pemberdayaan bagi kaum muda dengan menggandeng kelompok-kelompok produktif yang ada di wilayah tersebut.
Upaya pelibatan kaum muda dilakukan dengan pelatihan keterampilan seperti prlatihan sablon, internet, bersosial media, dan lain sebagainya.
‘’Tentu saja ketika menentukan pilihan progam, kita harus memperhatikan kemampuan dan minat mereka,’’ ujar Ketua DPD NasDem Wonogiri Sunyoto, dalam perbincangan di sela-sela Konnsolidasi DPP, DPW, dan DPD Wonogiri beberapa waktu lalu.
Sunyoto mengatakan bahwa Wonogiri memiliki potensi besar untuk dijadikan lumbung suara apalagi dari ceruk anak muda. ‘’Pileg 2014 lalu, sebenarnya kita punya potensi dua kursi di dapil satu dan empat, hanya kalah seratusan suara dari partai lain,’’ ia menjelaskan.
Menurut Sunyoto, potensi anak muda baik itu dari kalangan melenial maupun para pemilih pemula yang merupakan generasi Z, sangat kuat untuk menggerakkan partai.
‘’Mereka bisa di struktur, tetapi juga bisa sebagai simpatisan. Yang penting adalah bagaimana kaum melenial dan pemilih pemula itu, merasa mendapatkan perhatian dari kita, sehingga tertarik bergabung dengan NasDem,’’ ujarnya.
Sunyoto menambahkan selain mendekati kalangan muda, ia juga aktif menjalin komunikasi dengan ibu-ibu. ‘’Ada peluang untuk melibatkan ibu-ibu ini sebagai penjaga atau perawat lahan rumah dengan menanaminya bibit tanaman kebutuhan pokok sehari-hari,” katanya.
Kepada kaum perempuan, Sunyoto mendorong adanya kegiatan pemberian gizi dan program lain yang berkaitan dengan kebutuhan kesehatan anak-anak. ‘’Pembagian susu, beras serta asupan vitamin lain, menjadi daya tarik bagi ibu-ibu rumah tangga,’’ ia menjelaskan.
Persoalan lain di wilayahnya adalah blankspot. Menurut Sunyoto, saat ini setidaknnya ada 12 kecamatan yang bermasalah dengan sinyal seluler dan internet. ‘’Menurut laporan dari pengurus cabang, setidaknya saat ini ada 20 desa yang masuk kategori blankspot. Bahkan ada sebuah desa yang sebagian besar wilayahnya benar-benar blankspot total,’’ katanya.
Keprihatinan yang disampaikan Sunyoto dalam konsolidasi dengan DPP dan DPW di Wonogiri beberapa waktu lalu itu, dihadiri Ketua DPP NasDem Bidang Pemenangan Teritori Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto, Ketua DPP Bidang Perempuan dan Anak Amalia Anggraini, dan Ketua DPW NasDem Jateng Setyo Maharso.
Selain itu tampak hadir, Jakfar Sidik, Deddy Ramanta, Donny Imam Priambodo, Donny Iswandi, Herry Purnomo, Nurcahyo Anggoro Jati, Aly Mansyur, dan Sunu Wiwid Fajar.
Menanggapi keluhan blankspot, Sugeng Suparwoto menjanjikan akan membantu mencarikan solusi.
‘’Kebetulan kersaning Allah, ada kader NasDem yang saat ini mendapatkan amanah menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika. Nanti sesampai di Jakarta, persoalan ini akan saya sampaikan ke Kakak Jhonny G Plate. Mudah-mudahan ada solusi untuk masyarakat Wonogiri,’’ kata Ketua Komisi VII DPR RI itu menjanjikan.
Solusi Sugeng Suparwoto yang pernah malang-melintang di dunia jurnalistik itu disambut tepuk tangan seluruh peserta. ‘’Saya gembira sekali, tetapi lebih senang jika apa yang disampaikan itu benar-benar terwujud,’’ ujar Kuswanto, salah satu peserta yang hadir.
Kuswanto yang merupakan kader Partai NasDem ini menceritakan salah satu daerah blakspot yaitu di Desa Tlogoharjo yang berada sekitar 45 kilometer selatan pusat Kota Wonogiri dengan medan jalan yang naik turun.
‘’Penduduk desa yang berada di antara perbukitan itu berjumlah sekitar 2.400 jiwa, sedangkan seribu lima ratus diantaranya memiliki hak pilih. Warga harus mencari tempat tinggi atau naik bukit untuk bisa menelepon atau mengirim pesan singkat dengan telepon seluler. Bahkan, ada remaja yang naik pohon agar dapat menggunakan seluler,’’ katanya.
Menurut Kuswanto, persoalan ketiadaan sinyal di Wonogiri itu hanya bisa teratasi jika pemerintah membangun infrastruktur telekomonikasi, termasuk mendirikan BTS. ‘’Pada prinsipnya, kader NasDem Wonogiri siap berkolaborasi dengan setiap agenda untuk memperbaiki kehidupan rakyat di wilayah ini,’’ ujarnya.
Kuswanto percaya akses ke dunia maya mampu mendongkrak ekonomi, bukan hanya taraf hidup warga. ‘’Jaringan bisnis bisa terbentuk. Desa akan berkembang. Dan jika NasDem menempatkan diri sebagai pemberi solusi, maka kebaikan itu akan dikenang sebagai kewajiban yang harus ditetaskan sebagai suara pada Pileg 2024.’’
