JATENG.NASDEM.ID – Mencari anggota baru dan membangun struktur hingga tingkat DPRt, membutuhkan ketekunan dan kesabaran, karena proses meyakinkan seseorang untuk bersedia menjadi kader dan pengurus memerlukan waktu.
“Tidak semudah membalikkan telapak tangan,” ujar Wakil Ketua Bidang Organisaasi dan Keanggotaan DPD Temangung Eko Budi Hartono.
Pria yang akrab disapa Kakak Toni itu mengibaratkan mencari anggota baru termasuk menjadikan pengurus sama seperti ketika sedang mencari pasangan hidup.
“Memberikan perhatian, bersikap sopan, tidak grusah-grusuh, namun yang terpenting agar orang yang sedang kita dekati itu tumbuh keyakinan bahwa kita adalah yang terbaik untuk hidupnya,” ujarnya memberi kiasan.
Kakak Toni menyampaikan hal itu saat bertemu dengan warga Rt 9/3, Desa Petarangan, Temanggung, yang berlangsung Minggu (2/5).
“Jumlah pesertanya tidak banyak, kita ketemu sambil minum kopi habis buka puasa sebelum terawih. Saya memperkenalkan kepada mereka, apa itu NasDem dan pengalaman saya selama ini berinteraksi dengan partai. Kalau tidak kenal, maka tidak sayang,” katanya.
Dalam proses recruitmen partai, ia menambahkan, harus dapat meyakinkan bahwa keputusan bargabung itu adalah yang terbaik.
“Menjadi pengurus berbeda dengan sekadar menentukan pilihan pada saat pileg atau pilkada, karena dampak dari keputusan itu akan lebih panjang,” mantan camat tersebut menekankan.
Kondisi akan menjadi lebih rumit, bila dalam suatu daerah atau kelurahan belum ada penduduk yang memiliki atensi terhadap partai politik.
“Modal utama itu adalah ketertarikan. Kalau masyarakatnya a-politik, ya memang agak susah. Kebetulan dulu saya pernah menjadi camat, dan karenanya mengenal beberapa kepala desa yang saat ini sudah tidak lagi menjabat. Nah itulah titik awal dari gerakan kami,” katanya memberi strategi.
Menurut Kakak Toni, menjadi pengurus partai, apalagi tingkat DPRt memerlukan militansi yang tinggi. “Pengurus di DPRt itu kan ujung tombak partai, mereka yang secara langsung berinteraksi dengan rakyat. Kalau rakyat merasa perlu dibantu, maka larinya pasti ke orang yang ia kenal,” katanya.
Namun, ia menambahkan, ironisnya pengurus DPRt pada ummnya jauh dari akses politik dan ekonomi partai.

