18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

DPD NasDem Kota Magelang Berburu Calon Pengurus Tingkat Ranting

JATENG.NASDEM.ID – DPD NasDem Kota Magelang menggelar konsolidasi yang diikuti seluruh ketua pengurus cabang, pimpinan organisasi sayap, dan unsur pengurus lain, dan Koordinator Dapil Magelang Tatang.

‘’Merumuskan langkah-langkah untuk memburu calon pengurus tingkat DPRt,’’ kata Ketua DPD Nasdem Kota Magelang Aktib Sundoko, mengenai kegiatan acara yang digelar Sabtu (1/5).

Aktib mengungkapkan kendala dalam melengkapi kepengurusan, yaitu sedikitnya sumber daya manusia yang tertarik untuk berkiprah di dunia politik praktis.

‘’Magelang ini hanya terdiri atas tiga kecamatan dan 17 kelurahan, penduduk yang punya hak pilih tidak lebih 93 ribu. Semua partai ada di sini, karena itu saling memperebutkan warga yang tertarik di panggung politik untuk dijadikan pengurus atau sekedar partisipan,’’ ujarnya.

Menghadapi kondisi itu, Aktib menjelaskan, pihaknya melakukan taktik gerilya ketika ingin mencari  pengurus baru.

‘’Karena  wilayahnya cuma sakuplik, kami sampai paham siapa-siapa saja yang punya potensi untuk direkut. Kami lalu mendalami lebih lanjut profil orang tersebut, terutama apakah sudah terlibat di partai lain atau belum,’’ katanya.

Memburu orang, kata Aktib, bukanlah perkara yang mudah, karena bargainingnya bukan soal gaji atau upah, namun keyakinan bahwa NasDem merupakan partai politik yang terbaik.

‘’Jika memburu seorang professional untuk bekerja di perusahaan bisa dengan nego penghasilan, nah kalau partai politik, tentu saja bukan itu,’’ ujarnya.

Rapat konsolidasi sambil buka puasa itu mefokuskan pada inventarisasi penduduk yang bisa diajak masuk partai, ‘’masing-masing kita mengajukan sejumlah nama, lalu diirembuk bersama-sama, karena ada saja hal-hal yang belum diketahui, lantas menjadi terbuka ketika mendapatkan masukan dari banyak pihak.’’

Setelah mendapatkan daftar nama calon anggota DPRt, maka diadakan pembagian tugas, siapa  yang akan memburu siapa. ‘’Faktor kedekatan menjadi penting, baik itu pertemanan, atau latarbelakang agama, suku, ikatan kekeluargaan, pekerjaan atau hoby yang sejenis,’’ ujarnya.

Ia memastikan Kota Magelang yang terbagi ke dalam 17 kelurahan akan segera terisi semuanya. ‘’Untuk tahap pertama ini kami targetnya 10 orang per kelurahan, jadi secara total memerlukan 170 calon pengurus,’’ katanya.

Ia menambahkan, ‘’Tahun depan kita akan lengkapi hingga 55 pengurus.’’

Pileg 2019 lalu, NasDem Kota Magelang kehilangan satu-satunya kursi yang diraih pada 2014. Dari 25 kursi dewan, dibagi Dapil Magelang Tengah 10 kursi, Magelang Selatan delapan kursi, dan Magelang Utara tuju kursi.

PDIP dapat sembilan kursi, PKB, PKS, Golkar dan Demokrat masing-masing tiga kursi. Kemudian Hanura meraup dua kursi, sedang Gerinda dan Perindo masing-masing satu kursi.

Caleg yang mendapatkan suara tertinggi yakni, Aji Setiawan dari PDIP memperoleh 3.507 suara di Dapil Magelang Tengah, kemudian Siti Sahyuti Soekisno dari PDIP dengan suara 2.772 di Dapil Magelang Selatan.

Sedangkan caleg dengan suara terendah adalah Imam Musaechoni dari PKS Dapil Magelang Tengah yang menyabet 666 suara, kemudian Niekecorry Elza dengan suara 960 dan Ventje Jehezniel Rogi dari Golkar Dapil Magelang Tengah yang meraub 982 suara.

Data-data statistik itu memperlihatkan bagaimana ketatnya perebutan suara di Kota Magelang.

‘’Suaranya kecil tetapi harganya mahal, karena masing-masing calon anggota legislatif nguprek-uprek pemilih yang sama. Karena itu, untuk mendapatkan satu suara saja, harus dengan cucuran keringat dengan menggabungkan kemapuan jaringan, modal sosial dan tentu saja wuwur,’’ katanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top