JATENG.NASDEM.ID – Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kudus Muhtamat meyentil Disdikpora karena lamban dalam mencairkan dana hibah untuk guru swasta.
‘’Saya mendesak agar sudah cair sebelum Idul Fitri, 13 Mei mendatang,’’ ujarnya di tengah-tengah kunjungan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP 1 Kudus, Jumat (30/4)
Muhtamat yang juga Sekretaris Komisi D DPRD Kudus mengaku geram melihat lambannya kinerja di Disdikpora. “Anggaran hibah TKGS di Bagian Kesra Setda Kudus sudah mulai dicairkan beberapa waktu lalu. Dana TKGS oleh Pemkab Kudus disalurkan melalui dua OPD yakni Disdikpora dan Bagian Kesra Setda Kudus,’’ ujarnya.
Menurut Muhtamat, jika di bagian Kesra saja sudah bisa dicairkan, kenapa ini di Disdikpora tak kunjung dicairkan. “Ada apa ini dengan Disdikpora Kudus. Program-programnya terlihat lamban,” tegasnya.
Kejengkelan Muhtamat itu membuncah ketika menyadari betapa besarnya jasa para guru bagi terbentuknya anak bangsa yang cerdas dan pandai. ‘’Coba kalau nggak ada guru, kita semua ini tidak akan jadi apa-apa.’’
Karena itu, terkait dengan persoalan pencairan dana hibah tersebut, ia berjanji akan terus melakukan monitoring. ‘’Akan kami kawal terus agar pencairan TKGS bisa segera dilakukan sebelum Lebaran, karena sudah sangat dinantikan oleh para guru,” katanya.
Selain TKGS, Muhtamat juga mendesak agar Disdikpora segera mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah. Dana BOS belum dicairkan sejak Januari lalu. Kondisi ini membuat sekolah kelimpungan karena harus mencari dana talangan.
“Dampak lambannya pencairan dana BOS sangat membebani sekolah. Pasalnya sekolah harus mencari dana talangan untuk membayar honor guru non PNS hingga tenaga kebersihan. Sekolah juga harus mencari dana talangan untuk bahan ajar,” katanya.
Temuan itu akan menjadi bahan kajian Komisi D. “Kami akan segera memanggil Disdikpora untuk memberikan penjelasan terkait persoalan ini. Molornya pencairan dana BOS hingga empat bulan sudah tidak bisa ditoleransi,” katanya.
Muhtamat dalam kesempatan itu juga menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) aspirasi dari Anggota DPR RI Lestari Moerdijat untuk lima ribu siswa di Kabupaten Kudus.
“Terkait pelaksanaan PTM, tentu ada pertimbangan khusus dari Pemkab Kudus, mengingat tren Covid-19 di Kabupaten Kudus cenderung naik lagi,”
Katanya.

