Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat meminta masyarakat di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bisa memberi contoh untuk kehidupan bernegara. Dengan beragam suku, etnis, dan agama, kehidupan bermasyarakat di kota kretek bisa tetap rukun dan damai.
“Apa yang di Kudus, toleransi beragama, kebersamaan, itu bagian dari masyarakat Kudus, bagian dari budaya. Nah, sudah saatnya kita kembali untuk menghidupkan itu,” kata Lestari usai bertemu perwakilan masyarakat Kudus, Rabu, 27 November 2019.
Lestari menjelaskan saat ini bangsa Indonesia mengahadapi ancaman yang sangat konkret. Jika tidak disikapai mulai sekarang maka akan memberikan dampak-dampak yang tidak baik untuk kesatuan persatuan republik Indonesia.
“Dan saya rasa kembali membumikan Pancasila, membumikan mengingtakan kepada kita semua, bahwa NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga mati adalah tugas kita semua. Karena tidak ada Indonesia kalau tidak ada Aceh dan Papua,” jelas Lestari.
Lestari menegaskan berdirinya Negara Indonesia berkat adanya kesepakatan bersama. Para pendiri bangsa disebut berasal dari latar belakang suku, etnis, dan agama yang berbeda.
“Ini semua kesepakatan yang berbeda-beda untuk merasa bersatu dan harus menjadi bersatu,” ungkap Lestari.
Menurut Lestari salah satu upaya menguatkan kembali nilai-nilai wawasan kebangsaan, yaitu meminta kepada pemerintah untuk memasukan mata pelajaran tentang kebangsaan. Itu seperti mata pelajaran yang dulu pernah ada, Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Penataran P4.
“Tentu bentuknya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan. Tetapi nilai-nilai harus itu yang diturunkan,” pungkas Lestari.
Kunjungan Lestari ke Kota Kretek kali ini, merupakan bagian dari usaha untuk menguatkan kembali empat pilar kebangsaan. Yaitu Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945, dan Negara Keastuan Republik Indonesia. (Medcom.id)

