Belum semua petani paham cara menggunakan kartu tani di kecamatan Tunjung, Kabupaten Brebes. Sebagian petani masih memilih membeli pupuk nonsubsidi untuk memenuhi kebutuhannya.
“Banyak yang belum paham, akhirnya ya kalau ada uang untuk beli pupuk, meski mahal,” kata kepala desa Karangreja, Kecamatan Tunjung, Kabupaten Brebes Sudrajat pada RMOL Jateng.
Baca juga : NasDem Demak Rangsang Kaum Ibu Berwirausaha
Ia mengatakan, hambatan kartu tani di tempatnya memang seperti itu. Padahal selisih harga antara pupuk subsidi dan nonsubsidi cukup besar. Jika pakai kartu tani, jauh lebih murah dan ia mendukung.
Masalah lain terkait distribusi kartu tani adalah di desanya tidak ada pengecer resmi. Meski punya kartu tani, para petani harus membeli pupuk subsidi di desa tetangga yang jaraknya antara 3-5 kilometer.
“Lumayan itu biaya gendongnya, saya harap ada sosialisasi lagi di desa kami dan ada pengecer resmi,” tuturnya.
Baca juga : Sahroni Minta Polri dan Kejaksaan Antisipasi Uang Palsu di Pemilu
Kepala Biro Infrastruktur dan Sumber Daya Alam (Karo ISDA) sekretariat daerah Jawa Tengah, Peni Rahayu menuturkan terus melakukan sosialisasi terkait kartu tani. Pihaknya pun setiap minggu melakukan rapat koordinasi dengan kepala desa hingga dinas pertanian.
Ia juga menegaskan, tidak ada kelangkaan pupuk subsidi di Jawa Tengah. Kalaupun ada yang merasa kebutuhan pupuk tidak mencukupi, pemerintah sudah melakukan perubahan.
“Kalau kemarin isi kartu tani adalah kuota, mulai 5 April 2018 adalah sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Pupuk Bersubsidi,jadi petani dapat pupuk sesuai kebutuhan yang diajukan,” tuturnya.
Ia mengingatkan agar para petani tidak termakan isu kelangkaan pupuk. Sebab PT Pupuk Indonesia menegaskan tidak ada kelangkaan.
Sumber : http://www.rmoljateng.com/read/2018/03/30/2182/5-April,-Petani-Bakal-Dapat-Pupuk-Bersubsidi-Sesuai-Kebutuhan-

