JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Partai NasDem Akhwan resmi mengundurkan diri sebagai Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus.
Pengunduran diri yang dilayangkan melalui surat resmi ini terhitung sejak Kamis (20/10) kemarin. Dalam suratnya, Akhwan menyebutkan bahwa pengunduran dirinya tersebut disebabkan oleh sikap ketua PCNU Kudus yang tidak bisa menjaga soliditas keberagaman di internal PCNU Kabupaten Kudus.
“Yang dilakukan oleh ketua PCNU seperti itu membuat gaduh. Pertama, sudah menyebar berita yang tidak ditemukan kebenarannya. Ini yang saya anggap ketua NU membuat gaduh di tubuh NU , soal capres dan cawapres. Soal menyikapi perkembangan politik terutama pilpres,” terang Akhwan dalam keterangannya.
Sikap ketua PCNU Kabupaten Kudus dalam menyikapi momen politik berupa pemilihan presiden yang bahkan belum diumumkan calon dan wakil calon presidennya ini dinilai Akhwan sudah tak bisa menjaga marwah sebagai ketua organisasi masyarakat (ormas).
“Secara pribadi jika tak setuju dengan Anies Baswedan itu hak mereka, namun ketua PCNU ini yang mengayomi ormas, bukan parpol. Di dalam tubuh ormas itu terdapat berbagai partai politik,” ia menngingatkan.
NU Harus Menjaga Keberagaman
Nahdlatul Ulama (NU) merupakan ormas dengan anggota yang juga tersebar di berbagai partai politik. Hal ini dapat menjadi salah satu bukti bahwa NU berhasil menetaskan kader yang mampu berdiaspora dan semangat inilah yang harus dijaga.
“Anggota-anggota NU yang juga menjadi kader-kader partai. Partainya bukan hanya satu partai, banyak partai yang dinaungi oleh kader NU yang ada di struktural. Contoh misalnya saya sebagai kader NasDem sebagai ketua lembaga seni budaya NU, Pak Wahib kader Paertai Golkar sebagai ketua Sarbumusi (Sarikat Buruh Muslimin Indonesia),” jelas Akhwan.
Ia juga menyebutkan salah satu kader Garda Bangsa (sayap partai PKB) yang juga menjabat sebagai salah satu lembaga di PCNU Kabupaten Kudus. Untuk itu Akhwan menegaskan bahwa di tubuh PCNU Kabupaten kudus terdapat keberagaman.
“Sebagai ketua ormas (Ketua PCNU Kabupaten Kudus) karena di dalam NU ada keberagaman jangan sampai menyinggung perasaan, menyakiti, apa lagi membuat gaduh,” pungkasnya.

