JATENG.NASDEM.ID – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) level 4 dirasakan sangat memberatkan masyarakat. Mereka yang berada di level ekonomi kurang mampu merasa sangat terdampak atas kebijakan tersebut dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Oleh karena itu, Pemkab Wonosobo memberikan bantuan beras sebanyak 777 ton kepada masyarakat. Penerima adalah mereka yang sudah tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sosial Tunai (BST). Terdapat sebanyak 77.784 keluarga yang akan menerima bantuan beras tersebut, masing-masing 10 kg.
Penyaluran bantuan beras tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat di halaman Gudang Bulog Sawangan Wonosobo, Jumat (29/7). Bupati mengharapkan bantuan tersebut bisa meringankan beban hidup masyarakat. “Saya menyampaikan rasa empati yang mendalam kepada masyarakat Wonosobo yang terdampak pandemi Covid-19 ini. Oleh karena itu Pemerintah Pusat maupun Daerah terus berupaya untuk sebisa mungkin meringankan beban masyarakat,” ujar Afif.
Menurut Sekretaris DPD Partai NasDem Wonosobo Wicak Harimukti, partai memberikan apresiasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh pemkab untuk membantu masyarakat. Karena dalam kenyataannya memang banyak masyarakat yang kesulitan dengan kondisi saat ini. “Apa yang dilakukan oleh Pemkab memang sedikit membantu masyarakat. Namun Partai NasDem mengingatkan agar penerima bantuan tersebut benar benar tepat sasaran,” kata Wicak, siang ini.
Dia mengingatkan bahwa data yang ada harus divalidasi kebenarannya sehingga tidak lagi dijumpai data ganda yang tentunya akan sangat merugikan penyaluran bantuan. Bisa jadi mereka yang seharusnya menerima bantuan, karena data yang tidak valid jadi tidak menerima. Untuk itu, dia berharap pihak terkait seperti Dinas Sosial yang menangani masalah BST dan PKH benar-benar meneliti data yang ada.
Lebih lanjut dikatakan bahwa dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 sebetulnya dirasakan oleh semua kalangan masyarakat. Sektor usaha pun banyak yang terpuruk dan tidak jarang para pelaku usaha mengalami kebangkrutan. Namun begitu, dampak terbesar dirasakan oleh kalangan masyarakat kurang mampu. Untuk itu memang diharapkan kehadiran pemerintah dalam masalah ini sehingga penderitaan masyarakat tidak semakin berat (NJ25)


