Purbalingga – Ketua DPP NasDem bidang Pemenangan Teritori Jawa III Sugeng Suparwoto melantik pengurus baru DPD dan DPC seluruh kabupaten Purbalingga di Grand Hotel Barling Jalan S Parman pada Sabtu (24/4).
“Perubahan pengurus secara menyeluruh di Purbalingga ini dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi partai Purbalingga sekaligus konsolidasi organisasi menjelang Pileg 2024,” ungkap Sugeng.
Pelantikan yang berlangsung secara sederhana di bawah aturan protokol kesehatan ketat tersebut dihadiri oleh Kakak Sugeng Suparwoto, Kakak Amelia Anggraini, Kakak Setyo Maharaso, Jakfar Sidik, Donny Imam Priambodo, Deddy Ramantan, Herry Purnomo, Sunu Wiwid Fajar, Fauzi Bayu dan pengurus lainnya.
Menurut Sugeng, tidak ada alasan lain kecuali demi soliditas organisasi dan pengembangan partai politik sebagai alasan terhadap perubahan gerbong tersebut.
Sementara itu, Ketua DPW NasDem Jateng Setyo Maharso memberikan apresiasi kepada Kakak Nur Tjahyati, SH yang selama dua periode telah memimpin NasDem Purbalingga.
‘’Kakak Nur telah memberikan kontribusi terbaik, pada pileg 2014 dan 2019, NasDem mendapatkan satu kursi DPRD Purbalingga,’’ ujarnya sembari menambahkan, ‘’Partai juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada Kakak Marlistino dan Kakak Adi Murwanto yang bersama Kakak Nur mengembalakan partai di Purbalingga ini dalam posisinya masing-masing sebagai sekretaris dan bendahara.’’
Sebagai wujud apresiasi itu, lanjut Maharso, pihaknya masih memberikan kepercayaan kepada Kakak Nur untuk terlibat dalam kepengurusan partai menjadi Ketua Dewan Penasihat NasDem Purbalingga sekaligus masih dalam posisinya sebagai anggota DPRD Purbalingga.
Menurut Kakak Maharso, perkembangan mayarakat dan adanya target-target partai untuk Pileg 2024, pergantian pengendali di wilayah ini dipandang perlu untuk mendapatkan penyegaran.
“Nahkoda baru di Purwakarta ini mencakup seluruh pengurus DPD dan pengurus cabang di 18 kecamatan,” ungkap Maharso.
“NasDem menyuntikkan darah segar di Purbalingga, dengan harapan agar kedepannya, bisa menjadi lebih baik secara elektoral maupun sumbangsihnya kepada warga,’’ tambahnya.
Sis Hendro Supeno terpilih sebagai Ketua DPD NasDem Kabupaten Purbalingga. Sementara itu para ketua DPC adalah Daniel Agus Santoso (Bobotasari), Purwaji, S.Pd (Bukateja), Imam Nur Hidayat (Kaligondang) , (Kalimanah), Kunto (Karanganyar), Risman (Karangjambu) , Ali Mudafam (Karangmoncol), Tarno, S,Sos (Karangrejo) Trimu Susanto (Kejobong), Hadiyanto (Kemangkon), Slamet Riadi (Kertanegara), Nano Rukano (Mrebet), Endang Sulastri (Pengadegan), Edi Sutarwo (Purbalingga), dan Hari Hartoyo (Rembang).
Ketua Bappilu NasDem Jateng, Sunu Wiwid Fajar mengungkapan target NasDem di Purbalingga pada Pileg 2024 minimal bisa mengisi selruh dapil DPRD yang saat ini masih kosong.
‘’Kami harus mengisi tiga dapil yang masih kosong, sehingga jika ditambah dengan yang kita punya saat ini menjadi empat kursi. Harapannya, dari 45 anggota dewan, NasDem kebagian enam kursi. Dengan demikian, harus ada dua dapil yang mampu menyumbangkan masing-masing dua kursi. Sunu menambahkan, NasDem juga meminta Purbalingga untuk memberikan kontribusi suara bagi DPR RI dan DPRD Provinsi,” jelasnya.
‘’Pada 2014, daerah ini bersama Kebumen dan Banjarnegara yang tergabung di Dapil VIII Jateng kebagian satu kursi DPR RI yang saat itu diduduki Kakak Amalia Anggraini, namun untuk 2019, kursi itu lepas,’’lanjut Sunu.
Selain itu lanjut dia, Purbalingga bersama Kebumen dan Banjarnegera yang tergabung di Dapil X DPRD Provinsi juga tidak kebagian kursi. ‘’Selain mengisi kursi di setiap dapil DPD Kabupaten, Purbalingga harus memberikan kontribusi untuk mengantarkan kader Nasdem menjadi anggota DPR RI dan DPRD Provinsi,”
Pada pemilu legislatif 2019, delapan partai politik (Parpol) berhasil menempatkan kadernya di lembaga legislatif Purbalingga. Masing-masing PDIP dengan 10 kursi, PKB (9), Partai Golkar (7), Partai Gerindra (6), PKS dan PAN dengan perolehan kursi masing-masing 4.
Sedangkan PPP dan Partai Demokrat dengan masing-masing 2 kursi dan Partai Nasdem dengan kursi tunggal. Sementarq tujuh parpol lainnya gagal menempatkan kadernya di parlemen.
Parpol yang gagal meraih kursi DPRD Purbalingga, masing-masing Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda), Partai Berkarya, Perindo, PSI, Partai Hanura, PBB dan PKPI. Deretan parpol itu meliputi tiga parpol lama, yakni Partai Hanura, PBB dan PKPI. (Nasdemjateng.id)

