JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga dari Partai NasDem, Khodirin, mengungkapkan rencana pembangunan kembali Bendungan Suwuk di Desa Tlahab Lor, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, sebagai respons atas dampak banjir bandang yang terjadi pada tahun 2023.
Khodirin menjelaskan bahwa kegiatan peninjauan lapangan telah dilakukan pada Rabu, minggu pertama April, sebagai tindak lanjut laporan masyarakat. Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut sebelumnya telah merusak lahan pertanian dan mengganggu perekonomian warga, khususnya para petani.
“Sejak bencana 2023, belum ada perkembangan signifikan. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi dan mendorong percepatan penanganan,” ujarnya.
Menurutnya, proyek pembangunan bendungan saat ini telah memasuki tahap perencanaan oleh konsultan yang telah ditunjuk. Dalam proses tersebut, sejumlah instansi terkait turut dilibatkan, antara lain Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Sumber Daya Air, pemerintah desa setempat, serta tokoh masyarakat.
Pembangunan kembali Bendungan Suwuk dinilai sangat penting karena menjadi harapan utama masyarakat, terutama petani di Desa Tlahab Lor. Bendungan tersebut sebelumnya berperan sebagai sumber irigasi utama yang menopang sektor pertanian dan ketahanan pangan.
“Bendungan ini adalah mimpi para petani. Sawah mereka terdampak cukup parah akibat bencana, sehingga perlu perhatian khusus agar bisa kembali produktif,” kata Khodirin.
Ia menambahkan, jika pembangunan bendungan terealisasi, maka sekitar 45 hingga 50 hektare lahan persawahan akan kembali mendapatkan pasokan air. Tidak hanya untuk padi, bendungan ini juga akan mendukung pertanian sayur-mayur, palawija, serta sektor perikanan.
Selain itu, keberadaan bendungan juga diharapkan mampu meningkatkan distribusi air bersih bagi masyarakat sekitar.
“Dampaknya tidak hanya pada pertanian, tetapi juga pada pemenuhan kebutuhan air bersih warga,” jelasnya.
Sebelum bencana terjadi, wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu pemasok hasil pertanian seperti padi, sayur, dan palawija ke pasar-pasar tradisional. Namun, sejak bendungan tidak berfungsi, produksi pertanian mengalami penurunan signifikan.
Khodirin menyebutkan bahwa masyarakat kini sangat berharap proyek tersebut segera direalisasikan. Ia menargetkan pembangunan bendungan dapat terlaksana pada tahun 2026, seiring dengan telah dimulainya proses perencanaan dan penunjukan pihak ketiga sebagai pelaksana.*
“Harapan kami dan masyarakat, tahun 2026 bendungan ini sudah bisa terealisasi. Kami akan terus mengawal proses ini agar tidak terhenti di tengah jalan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek tersebut sebagai bentuk tanggung jawab terhadap aspirasi masyarakat, khususnya para petani yang terdampak langsung.
Dengan adanya pembangunan kembali Bendungan Suwuk, diharapkan perekonomian masyarakat Desa Telahab Lor dapat pulih dan ketahanan pangan di wilayah tersebut semakin kuat.*

