JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi Partai NasDem, Edris Santoso, menggelar kegiatan reses masa sidang pertama tahun 2026 bersama warga di Rumah Makan Pendopo Jatilawang,Jl. Raya Jatilawang – Margasana, Margasana Kidul, Karanganyar, Kec. Jatilawang, Kabupaten Banyumas pada Selasa malam (10/02). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 110 peserta dari empat kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Edris menyampaikan, reses merupakan agenda rutin anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Malam ini kebetulan masa reses sidang pertama tahun 2026. Kami menampung aspirasi dan masukan dari masyarakat,” ujar Edris.
Peserta yang hadir berasal dari Kecamatan Kebasen, Rawalo, Jatilawang, dan Wangon. Selain masyarakat umum, kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh politik setempat.
Dalam dialog yang berlangsung, sejumlah persoalan mengemuka. Mayoritas aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan desa yang rusak. Warga berharap adanya perbaikan dan pemerataan pembangunan jalan di wilayah mereka.

“Yang paling banyak disampaikan terkait jalan rusak. Beberapa desa memang kondisinya cukup memprihatinkan,” kata Edris.
Selain infrastruktur jalan, masyarakat juga menyoroti persoalan irigasi serta kondisi ekonomi yang dinilai belum sepenuhnya stabil. Menurut Edris, seluruh aspirasi tersebut telah dicatat untuk diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD Provinsi Jawa Tengah.
Ia menjelaskan, sebelumnya telah mengajukan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur di beberapa titik, termasuk di wilayah Jatilawang, Rawalo, dan Wangon. Namun, realisasinya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran aspirasi.
“Di DPRD Provinsi kemarin saya sudah menyampaikan beberapa usulan. Memang belum bisa merata semuanya. Insyaallah sebagian akan terealisasi di pertengahan tahun ini,” jelasnya.
Edris menambahkan, tidak semua desa dapat langsung menerima program pembangunan dalam satu waktu. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat dapat memahami mekanisme dan keterbatasan yang ada.
“Ada desa yang sudah mendapatkan, ada yang belum. Ke depan harapannya bisa bergantian, karena aspirasi anggota DPRD Provinsi juga terbatas dan harus dibagi,” tutupnya.
Melalui kegiatan reses ini, Edris berharap komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat tetap terjalin, sehingga program pembangunan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga.***

