Sholawat Jadi Media Pemulihan Trauma Korban Gempa Cianjur

24 November 2022

JATENG.NASDEM.ID – Gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11) lalu menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Menurut Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hingga kini gempa susulan masih terjadi meskipun angkanya akan terus melandai.

Tak heran, gempa susulan ini menimbulkan trauma bagi para masyarakat terdampak yang masih bertahan di tempat pengungsian. Hal itulah yang dikatakan oleh tim Badan Rescue Nasdem (BRN) Jateng Isnasius Ponco Adi saat melaporkan kondisi di lapangan.

Menurutnya, masyarakat Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang yang hingga saat ini masih bertahan di tempat pengungsian masih terus merasakan truma akibat gempa susulan.

Namun Tim BRN Jateng memiliki cara unik dalam menenangkan masyarakat saat gempa susulan terjadi untuk mengurangi risiko trauma.

“Gempa susulan terus terjadi, seperti tadi ada gempa dengan amplitudo 2,8 SR dan 3,5 SR. Para penyinbtas sangat trauma namun kami ajak mereka berselawat serta kami berikan terapi agar lebih tangguh,” terang Ponco, Rabu (23/11) sore,

Menurutnya, dengan berselawat bersama, masyarakat terdampak gempa di desa dengan jumlah penduduk kurang lebih seribu jiwa tersebut menjadi lebih tenang.

Pendirian dapur umum pada Kamis (24/11) siang.

Selain trauma healing sebagai upaya pemulihan mental, misi utama para relawan BRN Jateng adalah memberikan layanan kesehatan, pembuatan hunian sementara, sanitasi, hingga pendistribusian makanan.

Menirit Ponco dibutuhkan lebih banyak lagi relawan untuk turut membantu para korban.

“Kondisi lapangan yang kami pegang desa yang sangat terisolir karena jembatan tidak bisa dipakai, hanya bisa ditempuh 3KM -5 KM jalan kaki dan sangat membutuhkan uluran tangan,” sambung Ponco.

Hingga hari ini, terhitung sudah tiga hari tim BRN Jateng membantu korban gempa bumi Kabupaten Cianjur. Atas hal ini, masyarakat Desa Cijedil mengucapkan terimakasih yang luar biasa.

“Tanggapan masyarakat sangat luar biasa, mereka berterimakasih karena berhubung daerahnya sangat terpencil kemungkinan harus dibimbing agar lebih tangguh dalam menghadapi situasi pascabencana ini,” pungkasnya.

Kamis (24/11) siang ini, tim BRN Jateng tengah melakukan asesmen ke lokasi bencana yang belum terjamah. Selain itu tim juga mendirikan dapur umum serta mendistribusikan bantuan untuk korban.

Berdasarkan analisa BMKG, gempa di Cianjur merupakan gempa yang berulang setiap 20 tahunan dan kemungkinan dapat terjadi kembali. Kondisin tanah yg rapuh atau lunak dan sering jenuh air akibat curah hujan yg cukup tinggi menyebabkan wilayah tersbeut sangat rawan sehingga perlu kewaspadaan bersama dalam menghadapi bencana.