JATENG.NASDEM.ID – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Pertemuan berlangsung di Gedung NasDem Tower, di Jakarta, Selasa (29/3).
AHY mengatakan sudah sejak lama ingin bertemu dengan Kak Surya Paloh yang ia nilai sebagai politikus senior sehingga bisa menimba ilmu dan berdiskusi mengenai banyak hal mengenai berbagai isu politik.
“Tentu bagi kami berguru dan jika mendapatkan masukan tentang Indonesia hari ini dan ke depan. Kami ingin Partai Demokrat membangun sinergi dan banyak hal kami kemukakan,” AHY menjelaskan.
Anak sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu juga menyampaikan pesan SBY untuk Kak Surya. AHY mengatakan hubungan keduanya sudah terbina sejak 2004.
“Beliau (SBY) menyampaikan salam hormat pada sahabat katanya, Pak Surya Paloh, semoga sehat selalu. Terima kasih waktu telah jenguk di Rochester pada saat pengobatan pasca operasi,” ujar AHY.
Pertemuan kedua partai berlangsung sekitar dua jam. Salah satu pembicaraan adalah mengenai kesepakatan untuk menolak wacana penundaan pemilu.
“NasDem juga memiliki sikap yang sama tegas juga mengatakan bahwa itu tidak bisa dibiarkan begitu saja kalau kemudian tanpa pemilihan masa jabatan siapa pun bisa diperpanjang begitu saja,” ujar mantan Mayor TNI AD itu.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Kak Ahmad Ali mengatakan NasDem dengan Demokrat sama-sama melakukan persiapan menghadapi Pemilu 2024.
Menurut Kak Ali, pembicaraan kedua partai juga terkait sejumlah calon presiden, berdasar nama-nama yang muncul dalam survei. Namun, ia menegaskan pembicaraan mengenai sosok capres masih sangat cair.
“Sama sekali belum membicarakan itu, itu masih terlalu jauh. Terlalu cair, karena seperti yang dikatakan Mas AHY, kita tidak mau mengunci itu. Akan masih banyak figur-figur baru,” ujarnya.
Kak Ali menegaskan bahwa Partai NasDem dan Demokrat juga belum berbicara mengenai koalisi. Partai NasDem, kata Kak Ali, tidak akan mengunci pada satu atau dua partai tetapi terbuka dengan semua partai untuk mencapai titik temu melihat isu-isu kebangsaan.
Kemungkinan peta politik baru akan tampak pada akhir 2022 sehingga bisa disusun peluang koalisi dan capres yang bakal diusung dalam Pilpres pada 14 Februari 2024.


