JATENG.NASDEM.ID – Ketua Pemenangan Teritorial Jawa III (Jawa Tengah dan DIY) Kak Sugeng Suparwoto membuka Training of Trainers (TOT) Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPW NasDem Jawa Tengah gelombang kedua, Senin (28/3) ini.
Pelatihan ini diikuti oleh ketua, sekretaris, bendahara, wakil ketua bidang organisasi dan keanggotaan, wakil ketua bidang pemenangan pemilu, serta wakil ketua bidang kaderisasi pendidikan politik dari 18 DPD yang berasal dari Dapil I hingga Dapil V di Hotel Griya Persada Bandungan, Kabupaten Semarang.
Kegiatan dihadiri Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem sekaligus Sekretaris DPW NasDem Jawa Tengah Kak Amelia Anggraini, Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPP Partai NasDem Kak Ahmad Baedowi, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pendidikan Politik DPW NasDem Jateng sekaligus Anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana.
Selain itu, hadir Wasekjen DPP NasDem Bidang Pemenangan Pemilu Kak Jakfar Sidik, anggota Komisi V DPR RI Kak Fahdoli yang juga Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW NasDem Jateng, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPW NasDem Jateng Kak Ali Mansyur HD (Alma) serta sejumlah pengurus lain yang juga sebagai peserta TOT.
Dalam pengarahannya, Kakak Sugeng Suparwoto mengatakan pendidikan adalah bagian integral dari politik, dimana sudah dirintis oleh para pendiri bangsa yang menggabungkan aspek-aspek yang mewakili glorifikasi dan aspek-aspek yang bersifat intelektual strategis kekaderan.
‘’Maka kombinasi antara Soekarno dan Hatta ini menjadi inspirasi NasDem yang merupakan partai massa dan gerakan pencerdasan bangsa,” ungkapnya.
Di depan peserta TOT, Ketua Komisi VII DPR RI itu juga menjelaskan historis ideologis Partai NasDem sejak berdirinya Partai NasDem yang dimulai dengan lahirnya Ormas Nasional Demokrat hingga saat ini.
“Partai ini lahir dari keprihatinan dan permenungan Bapak Surya Paloh setelah melihat perjalanan bangsa Indonesia dari masa ke masa, baik pada masa pemerintahan Ibu Megawati, SBY hingga Presiden Joko Widodo,” tegas Kak Sugeng.
Menurut Kakak Sugeng, dalam perjalanannya Partai NasDem yang menggelorakan politik gagasan salah satunya adalah politik anti-mahar mengalami lika-laku perjalanan dan perjuangan sehingga pada akhirnya pada Pileg 2019 lalu, NasDem mampu menggenjot perolehan kursi dari 36 anggota DPR RI pada 2014 menjadi 59 kursi pada Pileg 2019.
‘’Ini artinya kita mengalami kenaikan 60 persen,’’ ujarnya menekankan.
Karena itu, Kakak Sugeng berharap kepada para peserta TOT untuk terus menggelorakan semangat ke-NasDem-an sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih besar kepada bangsa.
‘’Salah satu kunci agar partai bisa berkontribusi kepada bangsa adalah kemenangan partai dalam Pemilu. Karena itu, sesuai TOT ini, Kakak-kakak pasti akan lebih tepat dalam memahami garis perjuangan dan jati diri partai dan pada akhirnya mampu menjelaskan NasDem ke setiap masyarakat,’’ katanya.
Sementara itu dalam laporan penyelenggaraan, Kak Eva Juliana mengatakan kegiatan gelombang kedua ini merupakan pelaksaan serta arahan petunjuk DPP NasDem yang dikomandoai Kak Baedowi.
‘’Ini merupakan gelombang kedua, yang pertama di Purwokerto,’’ katanya.
Menurut Kak Eva Juliana, kegiatan ini diikuti oleh peserta dari Dapil I, II, III, IV, V. Tempat ini dipilih karena paling strategis karena semua ada upaya untuk mencapai, dengan tuan rumah Kakak Fadholi sebagai daerah pemilihan DPR RI,’’ kata Ketua DPD NasDem Kota Surakarta itu.
Dalam laporannya, Kak Eva juga menyampaikan bahwa dirinya menyiapkan ambulans yang dibawa langsung dari Surakarta sebagai upaya jaga-jaga, karena sedang berduka atas wafatnya Kak Kartoyo yang meninggal pada ikut TOT di Purwokerto.
‘’Beliau pagi itu segar bugar, makan siang bersama dan pukul 12.35 beliau meninggal. Saya yakin dan berdoa agar kita diberi Kesehatan oleh Tuhan Yang Maha kuasa,’’ katanya.
Kak Ahmad Baedowi dalam pengantarnya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus daerah NasDem Jateng yang sudah hadir dalam kegiatan ini. ‘’Saya sangat tersemangati oleh kehadiran Kakak-kakak semua dalam kegitan TOT ini, yang menjadi bidang pengabdian saya sejak masih usia muda, sehingga di ruangan ini saya mengenali Kakak Alma dan Kakak Eva yang sudah mengikuti kaderisasi politik saya sejak mereka masih menjadi mahasiswa,’’ katanya.
Dalam konteks kaderisasi dan pendidikan politik Kak Ahmad Baedowi mengembangkan dua buku Pedoman Dasar Kader untuk Memahami Ideologi Partai yang terbagi dalam enam bab sebagai hystorical ideologi ke-Nasdem-an. “Kita akan bicara dan pendalaman tentang jati diri NasDem sehingga kader sadar struktur, ideologi, visi dan misi Partai NasDem,” pungkasnya.

