JATENG.NASDEM.ID – Kader NasDem didoktrin tidak hanya menjadi loyalis partai. Namun, juga turut menjadi agen perubahan di tengah masyarakat terutama dalam membantu persoalan yang dihadapi warga.
Seperti yang terjadi belum lama ini, di mana kader NasDem Kota Pekalongan berhasil menengahi sekaligus menyelesaikan perseteruan empat pihak yang terlibat dalam musibah kecelakaan.
Dituturkan Sekretatis DPD Partai NasDem Kota Pekalongan Kak Malul Akbar, kisah bermula dari kecelakaan yang terjadi antara mobil pengangkut beras menabrak kereta kelinci atau odong-odong. Kemudian, menyeruduk penjual mie ayam beserta pelanggannya.
“Karena kaget dan tidak bisa mengendalikan kemudinya, odong-odong menyeruduk penjual mie ayam yang sedang melayani pembeli. Akibatnya gerobak mie ayam ringsek dan tiga pembeli dilarikan ke rumah sakit lantaran tersiram air panas,” Kak Malul Akbar menceritakan, saat ditemui, Sabtu (19/2).
Kak Malul mengatakan kader NasDem yang saat itu berada di lokasi ikut melakukan evakuasi korban ke rumah sakit sekigus membantu menguruskan klaim BPJS.
Sementara itu, kader lainya membantu melerai perseteruan empat pihak yang pada saat itu nyaris terjadi baku hantam karena merasa paling benar sendiri.
“Alhamdulillah korban di rumah sakit selamat karena hanya luka melepuh dan pihak yang bersiteru bisa di damaikan di Kantor Sekretariat DPD Partai NasDem Kota Pekalongan,” ujar Kak Malul.
Kak Malul menjelasakan, awalnya pihak yang terlibat seperi pengemudi mobil beras dan pemilik odong-odong tidak mau mengalah dan merasa paling benar sendiri. Namun, setelah melalui pendekatan dan komunikasi yang baik akhirnya saling memahami dan bersedia tanggungjawab.
Gerobak mie ayam yang rusak diperbaiki dan bersedia membantu modal dagang penjual mie ayam yang pada saat itu menanggung kerugian dan tak bisa berjualan hari itu.
“Cara seperti ini yang kami tempuh untuk memberikan rasa keadilan dan simpati kepada masyarakat agar lebih mengenal baik kiprah para kader NasDem,” ujarnya.
Ia menjelaskan hal itu bukti konkret kader NasDem tidak hanya mementingkan partai, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang ada di tengah dinamika kehidupan masyarakat. (NJ29)

