JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana minta Polda Jawa Barat memberikan efek jera kepada para perusuh dalam demo Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Pernyataan Kak Eva itu mengomentari aksi demonstrasi GMBI di Mapolda Jabar, Kota Bandung, yang berujung diamankannya 731 orang terduga pelaku rusuh.
“Saya mengapresiasi kepemimpinan Kepala Polda Jawa Barat Irjen Suntana yang dengan tegas, terukur dan sigap mampu meredam aksi anarkis pada Kamis (27/1). Langkah itu sangat tepat demi menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat luas,” kata Kak Eva dalam keterangannya, Jumat (28/1).
Legislator NasDem ini menekankan bahwa anarkisme tak bisa dibenarkan meski dengan kacamata kebebasan berekspresi. Menurutnya, penyampaian pendapat harus menggunakan cara yang beradab dan santun. Untuk itu, ia meminta agar Polda Jabar memberikan efek jera terhadap para perusuh tersebut.
“Sebab ketika aksi ini tidak ditindak secara cepat dapat menimbulkan banyak kerugian dan menyengsarakan rakyat. Seluruh pelaku anarkis harus diberikan efek jera supaya tidak mengulangi perbuatan yang sama,” katanya.
Sebagai Negara hukum, kata Kak Eva, setiap pribadi yang melakukan pelanggaran mesti bertanggungjawab.
Sebagai informasi, aksi demo massa GMBI berujung ricuh di Mapolda Jabar, Kota Bandung. Total kini ada 731 orang yang ditangkap polisi. Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo menjelaskan bahwa ratusan peserta demonstrasi ditangkap karena aksi demo yang rusuh merobohkan pagar Mapolda dan merusak fasilitas umum.
“Jadi sejak kemarin kita melakukan pemeriksaan terhadap 725 orang, tadi malam bertambah menjadi 731 orang. Jumlah itu ditambah dari penangkapan-penangkapan kepada beberapa orang yang melarikan diri,” katanya.
Penyidik Polda memisahkan anggota GMBI yang ditangkap di Polres. Mereka yang diamankan oleh sejumlah Polres dibawa kembali lagi untuk dilakukan pemeriksaan di Polres setempat.

