JATENG.NASDEM.ID – Batik merupakan warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi yang ditetapkan oleh Unesco pada 2009 lalu. Perlu komitmen bersama untuk melindungi warisan budaya ini agar terus eksis.
Salah satu perusahaan batik yang saat ini masih terus eksis adalah Batik Keris yang terletak di Kelurahan Cemani, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Batik ini diketahui didirikan pada 1946 lalu.
Anggota Komisi III DPR RI Kak Eva Yuliana mendukung pelestarian budaya Indonesia yang diwujudkan dalam kunjungannya ke produsen Batik Keris pada Selasa (4/1) lalu. Menurutnya, Batik Keris memiliki komitmen kuat untuk pelestarian budaya Indonesia.
“Kali ini adalah waktu yang membanggakan untuk saya untuk berkunjung dan bersilaturahim di sini dan melihat bagaimana batik keris ini diproduksi. Ternyata batik keris ini punya visi yang sangat kuat dalam melestarikan budaya,” kata Ketua DPD NasDem Kota Surakarta tersebut.
Dalam kunjungannya, Kak Eva sempat berkeliling, bahkan belajar untuk membatik sambil menyimak penjelasan dari pemilik usaha Batik Keris.
“Batik Keris ini tak hanya berpikir tentang business oriented, tapi juga nguri-uri budaya dan juga mengangkat para saudara kita yang membantu menghasilkan karya,” ia menekankan.
Pengembangan produk Batik Keris berupa suvenir hingga makanan yang diwujudkan oleh para pengrajin menjadikan karya bangsa ini memiliki nilai lebih bahkan untuk diekspor ke luar negeri.
“Ini adalah karya bangsa. Jayalah Indonesia, bersama kita melestarikan budaya bangsa Indonesia yang kita cintai,” katanya.
Sementara itu, pemilik usaha Batik Keris, Lina menjelaskan bahwa usaha yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun tersebut memiliki visi untuk melestarikan sekaligus mencintai budaya Indonesia.
“Kita bervisi misi mencintai dan melestarikan budaya Indonesia. Semua produk di Batik Keris adalah wujud pelestarian batik, kerajinan, melalui pengrajin yang dibina oleh Batik Keris,” ujar Lina menjelaskan.

