Oleh: Kak Taufiqur Rohman, SH, MH, Sekretaris DPW Gemuruh NasDem Jawa tengah
Ada kisah menarik di Muktamar ke-34 NU di Lampung, yang dimulai Rabu kemarin hingga Kamis (23/12). Muktamar ini menarik simpati warga nahdliyin di seluruh dunia, yang membuktikan khazanah NU sangat berpengaruh. Bahkan ada tokoh kiai khos NU mengatakan, batuknya NU itu saja sudah keramat, bisa bikin pemimpin negara salah tingkah.
Nahdlatul Ulama (NU) sendiri adalah organisasi Islam terbesar di dunia dan jumlah anggota NU terbanyak di dunia, bahkan tokoh-tokoh besar NU, masuk dalam golongan elite orang berpengaruh di dunia, diantaranya KH Said Aqil Siradj dan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Hingg Kitab Kuning dan sorogan Kiai Hasyim terkenal di timur Tengah.
Hal itu membuktikan NU adalah organisasi Islam yang diberi rahmat Tuhan untuk menebar kebaikan rahmatal lil alamin.
Kisah ini menarik dan sungguh terjadi saat muktamar, ketika saya ditugaskan menjadi peserta muktamar utusan LPBH NU Jawa Tengah, setiap banom di PWNU diminta mengirimkan dua utusan. Jarak lokasi Muktamar UIN Lampung yang berada di Bandar Lampung, harus ditempuh lebih dari 2 jam perjalanan, karena Lampung adalah provinsi dengan banyak kabupaten.
Kami dari daerah kesulitan menjangkau tempat muktamar kedua, sedangkan sidangnya para peserta muktamar berbeda-beda tempat dan waktu. Saya minta tolong ke NasDem Lampung untuk membantu mengantarkan, kebetulan basecamp PWNU Jateng ada di Pondok Darus Salam Lampung, bersama PWNU yang lain.
Setelah selesai salat magrib, kita sudah siap dijemput oleh jemputan dari NasDem. Kita dibantu kiai pemilik pondok untuk share lokasi kami. Setelah itu, sopir dari NasDem datang, 2 mobil untuk 15 orang, dari peserta LBH NU, dari pergunu, dari batsaul masail. Kami merasa senang dan terima kasih dibantu oleh NasDem, kami minta sopir dari NasDem untuk sudi menerima jamuan kami dan pemilik pondok makan malam bersama.
Selesai makan bersama, kami prepare menuju lokasi. Namun setelah kami prepare, kami ketawa, mobil NasDem hilang satu, ternyata dinaikin fatayat dan peserta dari Bangka Belitung, serta peserta dari Pemalang. Kami sadar, kami ini semua lelaki, mau marah takut dosa, karena wanita adalah ibu kami. Kami dilahirkan dari perjuangan seorang ibu, apalagi hari ini bertepatan dengan hari ibu, 22 Dessember.
Mungkin kami diingatkan untuk mendoakan dan membahagiakan ibu-ibu kita. Apapun itu, kami para peserta muktamar dari PWNU Jawa Tengah, mengucapkan banyak terima kasih, budi tulus NasDem yang membuktikan berpolitik tidak harus dengan mahar, memberi bantuan tulus tanpa mahar, telah menjadikan kami jatuh cinta, memang kalau ‘Ora NasDem Ora Marem’.
Salam hangat kami untuk kakak-kakak NasDem Lampung, khususnya Kak Syafrudin, Gus Coy, dan Kakak NasDem di seluruh Indonesia, mari bersama-sama Bersatu, Berjuang, Menang. Gemuruh kan NasDem di Jawa Tengah.
Ora NasDem Ora Marem

