JATENG.NASDEM.ID – Keterlibatan perempuan di Indonesia dalam politik masih tergolong rendah. Sebuah penelitian menunjukkan, partisipasi politik kaum perempuan Indonesia berada di peringkat ketujuh di Asia Tenggara.
“Pendidikan politik perempuan harus punya arah yang jelas pada kemakmuran perempuan, pembebasan perempuan terhadap marginalisasi, ketidaksetaraan, bahkan pada kekuasaaan,” kata Ketua DPP Garnita Malahayati NasDem Kak Indira Chunda Thita saat pembukaan Pendidikan Politik Kader Perempuan, di Surabaya, Senin (20/12).
Perempuan, kata Kak Thita masih dibelenggu oleh doktrin bahwa mereka adalah sosok yang dinilai lemah dan tidak bermanfaat. Padahal, keterlibatan perempuan dalam politik bukan untuk menjatuhkan kekuasaan laki-laki, tetapi untuk menjadi mitra yang sejajar.
“Sebagai bagian dalam perpolitikan, perempuan tidak mendapat tempat yang startegis, bahkan termarjinalkan. Padahal masalah kepemimpinan adalah persoalan yang sangat penting dan strategis karena sangat menentukan sebuah keluarga, masyarakat, terutama suatu bangsa,” politisi NasDem ini menekankan.
Anggota DPR RI tahun 2009-2019 ini tak memungkiri bahwa realitas yang terjadi di Indonesia, perempuan masih diibaratkan sebagai ibu rumah tangga belaka yang hanya berkewajiban mengurus suami dan mendidik anak. Kondisi ini yang membuat perempuan terkadang dalam kondisi menjauh dari politik.
Hal ini tak tercermin dari partisipasi perempuan Indonesia dalam parlemen yang masih rendah. Ini tentu permasalahan sistemik karena para pemimpin perempuan lah yang sebenarnya bisa memperjuangkan kepentingan perempuan sendiri untuk menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada perempuan.
“Keberadaan perempaun dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok perempuan dengan mewakili, mengawal, dan mempengaruhi agenda dan proses kebijakan. Serta turut serta dalam proses pembangunan,” ia menekankan.
Seperti yang diketahui, Partai NasDem menjadi partai politik yang memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan di parlemen, tepatnya malah mencapai 32,3 persen.
“Garnita Malahayati NasDem sangat mendukung kiprah perempuan dalam berbagai kancah politik. Sudah saatnya penguatan hak politik dan pendidikan politik bagi perempuan harus diutamakan,” Kak Thita berpesan.
Kehadiran Garnita, memberikan warna dan penghidupan dalam politik. Kesetaraan gender dan keadilan peran politik perempuan dan keberadaannya dalam lembaga politik belum terwujud dan masih tertinggal.


