JATENG.NASDEM.ID – Selama lima hari, Tim Badan Rescue NasDem Jateng turun langsung ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru. Mereka turun tangan langsung membantu para korban. Selama itu pula, lima personel Badan Rescue NasDem Jateng bergabung dengan SAR gabungan untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.
Salah satu personel yang terjun ke lapangan adalah Kak Sarjoko Susilo. Ia mengaku mendapatkan pengalaman yang berharga selama bertugas. “Yang paling mengesankan, dari Basarnas memberikan kepercayaan penuh dari Tim NasDem Jateng. Dalam operasi SAR di Semeru, kita ditunjuk oleh Basarnas untuk memimpin TNI, Polri, dan pihak lain yang bergabung,” ujar Kak Sarjoko, di Kantor DPW NasDem Jateng, Senin (13/12).
Kak Karjo, sapaan akrab Kak Sarjoko, mengaku bangga dengan NasDem sebagai partai yang tanggap dengan bencana erupsi di Semeru. Mulai dari menerjunkan tim rescue di lapangan yang terdiri dari berbagai unsur partai, mendirikan posko darurat, hingga mengumpulkan dan menyalurkan donasi.
Dari pengalaman Kak karjo di lapangan, ia kembali mengingatkan bahwa manusia harus terus waspada dengan berbagai bencana alam yang mungkin terjadi. “Pengalaman di lapangan mengajarkan kita bahwa sehebat-hebatnya manusia, jika alam sudah marah kita nggak ada artinya. Saat evakuasi total ada 10 jasad yang kita angkat dengan berbagai pose dan kondisi di dalam yang tidak utuh. Mengingatkan kita bahwa kita sangat kecil,” ia mengisahkan.
Untuk itu penting bagi masyarakat untuk terus waspada dan membekali diri dengan mitigasi bencana yang tepat. Ia juga berharap NasDem Jateng menggelar pelatihan kebencanaan demi membekali masyarakat.
“Harapannya NasDem Jateng paling tidak harus menggelar berbagai patihan kebencanaan. Mengingat kita punya titik lokasi bencana yang tak sedikit. Penting untuk menyiapkan potensi SAR. Seperti kakak-kakak di Jatim, Lumajang, Jember, mereka sangat siap untuk menghadapi bencana,” pungkasnya.
Erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur terjadi pada Sabtu (4/12). Jumlah Korban meninggal 46 orang dan masih dinyatakan hilang 9 orang. Korban luka berat 18 orang dan luka ringan 11 orang. Jumlah pengungsi mencapai 9.374 jiwa.

