18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kak Rerie: Kita Adalah Bangsa Religius yang Tak Kenal Menyerah

JATENG.NASDEM.ID – Wakil Ketua MPR Lestari Moedijat mengingatkan ancaman krisis multi dimensi yang kemudian berdampak pada lunturnya penghargaan atas kemajemukan. Selain itu, juga turunnya pengamalan Pancasila serta praktik keagamaan yang dipahami secara sempit. Namun, pada dasarnya bangsa ini merupakan bangsa religius yang pantang menyerah menghadapi itu semua.

“Sosialisasi empat konsepsi kebangsaan sangat penting. Bagaimana melihat Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Kita punya modal untuk kembali menguatkan konsepsi kebangsaan itu. Sebab, bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius, mandiri, bertoleransi, bersatu dan tidak kenal menyerah,” kata Kak Lestari saat memberikan kata sambutan pada acara sosialisasi empat konsepsi kebangsaan dengan nonton bareng (nobar) di CGV Ruta Super Mall, pada Senin (6/12) sore.

Kakak Rerie, panggilan akrab Kak Lestari, menjelaskan bahwa empat konsepsi kebangsaan mesti disosialisasikan dan dikuatkan. “Sebab, kita harus menyadari bahwa kita berhadapan dengan krisis multidimensi. Hal itu terjadi karena adanya faktor internal dan eksternal,” katanya.

Di internal, saat sekarang muncul fenomena lunturnya penghargaan atas kemajemukan, turunnya pengamalan Pancasila serta adanya praktik keagamaan secara sempit. Selain itu, masih ada ketidakadilan ekonomi dan kurangnya pemerataan baik di bidang sosial, budaya, politik dan hukum.

“Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah adanya globalisasi yang memunculkan pengaruh kuat budaya asing, adanya sarana teknologi dan lainnya,” paparnya.

Ancaman kebangsaan lainnya adalah adanya isu SARA yang dipakai untuk mengikis bangsa Indonesia. “Ada doktroin-doktrin ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai yang kita miliki. Intoleransi, kekerasan antaragama, menurunnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau ini terus dibiarkan maka akan membahayakan kita sebagai negara bangsa,” ungkapnya.

Ia mengatakan bangsa Indonesia memiliki modal yakni nation caracter building yang disebut sebagai konsensus kebangsaan. “Pancasila sebagai ideologi dasar negara, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI bentuk negara dan UUD 1945 sebagai konstitusi negara. Kita sebagai bangsa religius mandiri bertoleransi, bersatu dan tidak menyerah. Kristalisasi dari nilai-nilai tersebut akan menuntun kita sebagai bangsa,” pungkasnya. (NJ09)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top