JATENG.NASDEM.ID – Era globalisasi membawa perubahan dalam berbagai pola kehidupan. Tak terkecuali pada kemudahan untuk mengakses informasi dari seluruh dunia lewat gawai di genggaman. Hal ini bisa menjadi suatu peluang sekaligus tantangan yang harus disikapi dengan bijak.
Di masa pandemi, perkembangan teknologi sangat membantu terutama dalam pelaksanaan pembelajaran. “Ini adalah era dunia dalam genggaman, peran orang tua dan guru sangat penting. Peran penting digital harus betul-betul kita manfaatkan. Selama pandemi anak-anak tidak bisa melakukan pembelajaran tatap muka,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI Kak Sri Wulan dalam webinar yang digelar Kominfo bersama Siberkreasi, Kamis (25/11) pagi.
Mengambil tema ‘Penanaman Karakter Unggul Melalui Media Online Kepada Generasi Millenial’, acara ini diikuti hampir seribu guru dari Kabupaten Pati. Dalam kesempatan tersebut, legislator NasDem tersebut menekankan peran orang tua dan guru dalam pengawasan terhadap anak.
“Anak muda menjadi sasaran dari era globalisasi, peran kita semua baik orang tua dan guru sangat kelihatan. Saat ini pengawasan menjadi dua arah dari guru dan orang tua,” Kak Wulan menekankan.
Untuk itu, Kak Wulan mendorong pennggunaan internet dan teknologi secara bijak agar para milenial dan anak didik tak terjerumus akibat dampak buruk internet. Pengawasan yang lemah juga bisa melunturkan karakter anak bangsa.
Di era globalisasi ini masyarakat bisa berkomunikasi secara langsung dan menunjukkan kreativitas dengan memberikan ruang yang tak terbatas. Kak Wulan mewanti-wanti orang tua untuk memberi pengawasan bagi kaum muda agar tak terperosok dalam hal yang tak diinginkan.
Ia berpesan agar para guru dan orang tua juga tak lupa untuk menerapkan pendidikan karakter dalam tiap proses belajar mengajar.
“Ki Hajar Dewantara mengungkapkan bahwa pendidikan punya peran yang sangat besar dalam membentuk karakter bangsa. Mari menjawabnya degan tindakan yang nyata. Menjunjung tinggi akhlak dan perilaku, membuat pendidikan Indonesia beda dengan negara lain,” Kak Wulan menekankan.

