JATENG.NASDEM.ID – Kementerian Kominfo melalui SiberKreasi dan SahabatGuru menggelar webinar ‘Indonesia Makin Cakap Digital 2021’, Senin (22/11).
Kegiatan tersebut juga didukung oleh Dinas Pendidikan, dan Dinas Kominfo, serta Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) bersama Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN). Tema yang diangkat yaitu ‘Urgensi Literasi Digital Bagi Guru untuk Menghadapi Era Disruptif’.
Webinar ini diikuti oleh hampir 1.000 peserta yang merupakan tenaga pendidik dari Kabupaten Tegal. Hadir dalam acara tersebut anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Kak Kresna Dewanata.
Kak Kresna menekankan peran guru dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. “Penting untuk mewujudkan guru yang cakap dan berkarakter untuk menghadapi tantangan global. Revolusi industri membuat segala informasi berada di genggaman. Perlu adanya penyelarasan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari,” ujar Kak Kresna menjelaskan.
Ia mengatakan di era disrupsi ini, masyarakat dihadapkan dengan peluang dan ancaman. Dalam era yang serba-digital ini, banyak peluang lapangan pekerjaan baru, tetapi juga hilangnya berbagai bidang pekerjaan menjadi tantangan tersendiri.
“Adanya tantangan dan peluang yang disebabkan oleh era disrupsi ini membuat guru memiliki tantangan untuk meninjau ulang berbagai informasi yang didapatkan di internet,” legislator NasDem ini menekankan.
Peran guru saat ini harus dapat mengkonfirmasi antara informasi yang benar dan salah yang didapatkan oleh anak didik di internet. Guru juga meliliki peran untuk memvalidasi dan mengevaluasi terkait apa saja yang didapatkan anak didik di internet.
“Guru harus bisa mendorong anak-anak agar bisa mendapatkan nilai tambah dari penggunaan internet,” ia berpesan.
Untuk itu, sekolah kini harus turut berinovasi terkait pembelajaran yang relevan dengan era digitalisasi ini, terlebih pada keterampilan khusus yang dimiliki oleh anak didik dan menawarkan pembelajaran tambahan demi menghadapi situasi di masa depan.
“Peran guru saat ini lebih banyak pada evaluasi dan validasi dari apa yang didapatkan anak-anak. Kehangatan berhubungan dengan orang lain mulai hilang karena gadget. Saya yakin, transfer of knowledge, memberikan contoh, dan petuah oleh guru tidak bisa digantikan dengan teknologi,” pungkasnya.

