JATENG.NASDEM.ID – Momen ulang tahun ke-10 Partai NasDem yang jatuh pada 11 November 2021 lalu meninggalkan makna mendalam bagi para kader dan pengurus. Menurut Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto, ia bersyukur Partai NasDem selama 10 tahun diberi kepercayaan masyarakat untuk berbuat banyak hal bagi bangsa dan negara.
“Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa ta’ala bahwa sampai hari ini 10 tahun Partai NasDem berdiri kokoh, berbakti, berbuat kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kak Sugeng saat HUT ke-10 NasDem, Kamis (11/11) lalu.
Ia menjelaskan bahwa Partai NasDem terus melakukan upaya konsolidasi organisasi untuk memperjuangkan gagasan besar partai. “NasDem adalah partai perubahan dengan jalan restorasi. Kita mengenal perubahan melalui revolusi, evolusi tetapi NasDem mengambil jalan restorasi,” katanya menegaskan.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah VIII (Kabupaten Cilacap dan Banyumas) itu mengatakan semua kader Partai NasDem bisa berperan untuk masyarakat dan negara di level masing-masing. “Misalnya di legislatif, saya mendapat kepercayaan menjadi Ketua Komisi VII DPR. Kita telah berbuat semaksimal mungkin untuk fungsi-fungsi legislasi,” ujar Kak menjelaskan.
Seperti yang tengah dilakukannya saat ini di Komisi VII DPR untuk memperjuangkan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Perspektif ke depan soal energi ini, menurutnya tak boleh dilepaskan dari konteks pemanasan global.
Untuk itu, Fraksi NasDem akan terus memperjuangkan RUU EBT sebagai solusi sumber energi baru di Indonesia sekaligus menekan emisi dari bahan bakar fosil. Ia juga menggarisbawahi agar Indonesia memanfaatkan sumber daya mineral seperti nikel untuk kemaslahatan bangsa.
Mantan jurnalis senior di Media Group itu menegaskan, bangsa yang andal adalah bangsa yang menggunakan energi murah tetapi bersih dan berkelanjutan. Partai NasDem ke depan akan berupaya meningkatkan integritas dan profesionalitas untuk mendapat kepercayaan yang lebih dari masyarakat.
“Kita sadar betul politik masih diwarnai biaya politik yang tinggi dan itu lah salah satu mata rantai korupsi. Untuk itu, kita potong dengan politik tanpa mahar. Integritas dan profesionalitas dilakukan dengan kerja keras dan rendah hati. Itulah jalan restorasi,” kata Kak Sugeng mengingatkan.

