
JATENG.NASDEM.ID – Masih berusia muda, Kak Willy Paul Rindorindo tak ragu untuk masuk ke dunia politik.
Berawal dari keresahannya melihat kondisi di tengah masyarakat, ia mantap terjun di politik sebagai anggota legislatif dari Partai Nasdem.
“Perjalanan saya daftar sehari sebelum penutupan daftar caleg. Karena pengen mencalonkan diri di NasDem, karena Partai NasDem ideologinya cocok dengan saya pribadi yang tak dimiliki partai lain dalam gerakan antimahar,” ujar Kak Willy, dalam perbincangan dengan jateng.nasdem.id, Rabu (10/11).
Ayah satu orang anak ini, mengatakan gerakan antimahar NasDem sangat efektif untuk mencegah korupsi di Indonesia. Sejak lulus sebagai Sarjana Psikologi dari Universitas Bina Nusantara pada 2017 lalu, Kak Willy kemudian menekuni bisnis dan sempat tinggal di Ibukota Jakarta.
“Lihat dinamuka politik dan jika tak ada anak muda yang maju tak akan ada perubahan. Sehingga saya maju dan ingin perubahan,” ujar pria 26 tahun ini.
Pernah tinggal dan besar di Klaten, Kak Willy akhirnya memutuskan untuk mengabdikan diri sebagai wakil rakyat. Hal itu dilatari kekaguman yang besar pada sosok Ketua Umum Partai NasDem Kak Surya Paloh.
“Satu-satunya pemimpin partai yang tak berambisi jadi presiden. Beliau ingin Indonesia lebih baik lagi dan bilang para kader agar memberikan dampak di daerahnya,” ujar anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Klaten ini.
Selain itu, ia juga mengagumi mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang sempat membuatnya ingin berkarir di pemerintahan. “Saya penginnya sebagai eksekutif, tetapi saya pikir lebih baik belajar undang-undang dan lain hal di legislatif terlebih dulu,” ucapnya.
Kini di tengah kesibukannya sebagai anggota dewan, Kak Willy juga aktif menjadi Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Klaten. Di sisi lain sebagai pengusaha, Kak Willy juga membantu dan melibatkan para pelaku UMKM terutama petani dan peternak.
Meski masih muda dalam usia dan karier politik, Kak Willy optimistis dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa. Hal itulah yang ingin ia tularkan kepada para pemuda agar tak menjadi apatis terhadap politik.
“Pada anak muda yang ingin berpolitik, minimal jangan golput. Politik bukan hal yang jahat. Kita perlu tahu up to date pada politik. Jika tak ingin jadi poltikus sebaiknya tahu siapa yang akan didukung,” pesannya kepada para pemuda.
Sementara itu, di usia NasDem yang memasuki satu dekade, Kak Willy berharap partai ini dapat menjadi pionir dalam berbagai perubahan di Indonesia.
“Saya berharap Partai Nasdem menjadi partai yang bisa jadi pionir dalam segala macam regulasi perubahan modernisasi yang terjadi di dunia saat ini. Saat ini kita mau beranjak masuk ke industri 5.0, harapnya Partai NasDem jadi pionir,” katanya menekankan.

