JATENG.NASDEM.ID – Anggota Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Banyumas Kak Djadjat Sudradjat menggelar reses di tiga lokasi sekaligus pada akhir Oktober lalu. Kak Djajat meyebutkan bahwa reses ini merupakan reses tahun 1 masa sidang ke-3 tahun 2021.
“Ini reses untuk menyerap aspirasi masyarakat terakhir tahun ini. Kami selesaikan tiga desa dalam sehari, meski letaknya berjauhan. Berlangsung dari pagi hingga hampir malam hari,” ujar Kak Djadjat dalam keterangannya, Kamis (4/11).
Ketiga desa tersebut adalah Desa Besuki, Desa Lumbir, dan Desa Tumiyang di Kecamatan Pekuncen diselesaikan dalam satu hari oleh Kak Djadjat. Ia menyebutkan bahwa akses jalan menuju lokasi tersebut berkelok dan sempit. Medan ini hamper sama dengan Cirahab, Citunggul (Desa Dermaji), dan Pangawaren yang sebelumnya telah ia kunjungi.
Dalam kesempatan tersebut, ikut mendampingi Kak Sukma Wati tenaga ahli Kak Sugeng Suparwoto. Kak Djadjat menyebutkan bahwa sektor pertanian menjadi topangan utama ekonimi di daerah dengan jumlah penduduk 2.800 jiwa tersebut.
“Besuki dikenal dengan kebersihannya. Pada 2019 desa ini mendapat penghargaan sebagai pelopor kebersihan. Sekdes Arifin inilah lokomotifnya. Jambanisasi desa ini juga mencapai 100 persen. Harian Kompas pernah menulis di rubrik Sosok edisi 4/11/2019 dengan judul “Arifin, Penjaga Kebersihan Desa Besuki Banyumas,” kata Kak Djadjat memuji.
Selnajutnya di Desa Lumbir, tempat kelahiran Kak Djadjat ini memiliki penduduk sekitar 11 ribu jiwa. Ia menyebutkan bahwa pertemuan fisik dengan warga Lumbir memang terkendala dan harus beralih menggunakan media daring.
Mandataris Ketua DPD NasDem Banyumas ini menyebutkan bahwa secara umum masalah yang muncul sepanjang reses di wilayah Banyumas bagian barat, yang tingkat kemiringan tanahnya cukup tinggi antara lain: longsor, infrastruktur jalan dan jembatan rusak, kebutuhan air untuk pertanian, air bersih untuk rumah rangga, jalan tani, penerangan jalan umum, sinyal yang lemot, dan permodalan pelaku UMKM.
“Pandemi Covid-19, memang menunda banyak agenda. Tapi bekerja sama dengan Ketua Komisi VII DPR-RI, Sugeng Suparwoto, kawan separtai, bisa berupaya mengadakan seperti pompa air dalam, bedah rumah, lampu jalan tenaga surya, dan berbagai yang lain. Tentu saja ini uang negara yang harus digunakan secara tepat dan transparan,” ia menekankan.
Ia menambahkan bahwa kerja politik itu merupakan upaya untuk memuliakan publik. Namun soal yang belum terjawab jitu adalah kesenjangan sosial secara nasional masih tinggi itu. Ini sudah pasti berimbas juga di tingkat lokal.

