JATENG.NASDEM.ID – Perayaan Maulid Nabi atau lahirnya Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan gegap gempita tiap tanggal 12 Rabiul Awal. Bagi masyarakat Indonesia, selain dengan berbagai tradisi, Maulid Nabi menjadi momen tahunan yang ditunggu-tunggu.
Dengan lantunan kisah-kisah Nabi Muhammad yang dibacakan dengan indah, Maulid Nabi selalu ditunggu-tunggu kedatangannya. Karena dengan shalawat nabi, Allah SWT akan mengangkat derajat, mengabulkan doa, mendapatkan syafaat Nabi, hingga ditempatkan di surga bagi para pembacanya.
Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Masyarakat Adat DPW NasDem Jawa Tengah Choirul Muna atau yang akrab disapa Gus Muna turut membeberkan keutamaan merayakan Maulid Nabi. Ia mengisahkan sebuah kisah klasik dari dataran Iran.
“Dikisahkan saat itu di Iran banyak penyakit luar biasa, banyak orang sakit tak terdeteksi. Lalu saat itu Syech Mudhofar Syah mengadakan Maulid Nabi yang besar agar bala yang ada di Iran bisa hilang. Maka dengan peringatan Maulid yang besar ini Allah mengabulkan permintaan Syech,” ujar Gus Muna membuka kisah.
Untuk itu, selain memperingatinya, momentum Maulid Nabi ini menurutnya adalah waktu yang tepat untuk meminta kepada Allah agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Serta berdoa bagi keselamatan seluruh bangsa dan negara. hal ini mengingat Maulid nabi adalah momentum saat doa-doa dikabulkan.
“Momentum ini perlu kita teladani, dan orang yang merayakan akan dapat syafaatnya Nabi. Mari untuk memperingati dan meneladani contoh nabi dalam kehidupan kita sehari-hari” tambah kiai kharismatik ini.
Terlebih, ia mendorong masyarakat agar berinfaq demi merayakan Maulid Nabi, karena infaq yang dipergunakan demi peringatan tahunan ini sama seperti shodaqoh yang setara dengan gunung emas yang diperuntukkan demi syiar agama Islam.
Untuk itu, bagi seluruh umat muslim terlebih Kader NasDem, Gus Muna mengajak agar menggemakan shalawat dan memperingati Maulid Nabi di Tanah Air sebagai tradisi masyarakat muslim.
“Di Negara lain dengan Maulid Nabi sangat bergema, di Inggris bahkan Amerika ratusan ribu ornag memperingati maulid nabi dan ghirrohnya. Jika Indonesia surut, malah ini menjadi ironi,” pungkasnya.

