JATENG.NASDEM.ID – Sahabat Lestari Kudus mengunjungi para penyandang disabilitas di Kudus pada Jumat kemarin. Kunjungan ini diikuti oleh Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI kak Lestari Moerdijat yang berada di Lapangan yaitu Kak Lia Eldest dan Kak Naila Fitria beserta para relawan sahabat Lestari Kabupaten Kudus.
Di samping tim dari Sahabat Lestari, hadir pula Ketua Forum Komunikasi Disabilitas Kudus Rsmawan serta para mahasiswa IAIN Kudus.
“Kami mengunjungi empat penyandang disabilitas berat yang tinggal di Kabupaten Kudus. Kami ajak berdialog terkait kegiatan mereka sehari-hari,” ujar Koordinator Sahabat Lestari Kabupaten Kudus Kak Nurul Fauzi.
Kunjungan pertama dilakukan ke rumah Fatimah yang merupakan warga Tanjung Rejo. Ia diketahui mengalami kelumpuhan dari lahir. Keseharian perempuan 33 tahun ini diketahui sebagai dropshipper boneka.
Selanjtnya, ada pula Ariel Laila Mafaza, seorang anak perempuan berumur 2 tahun yang diketahui mengalami tulang bengkok. Untuk kegiatan sehari-hari, Ariel diketahui berjalan dengan lutut meski agak kesulitan.
Kemudian Dewi Puspita Sari, perempuan paruh baya yang kesehariannya terbaring di tempat tidur akibat kelumpuhan yang diderianya sejak duduk di kelas 6 SD. Serta Dwi pinkan nuraini, seorang gadis yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi serta melihat.
“Dalam kesempatan tersebut kami juga memberikan sedikit bantuan dengan harapan bisa meringankan beban teman-teman difabel kita,” Kak Fauzi menambahkan.
Dalam kesempatan tersebut, Sahabat Lestari memberikan semangat kepada para penyandang disabilitas serta keluarga agar sabar. Ia juga mengungkapkan bahwa Sahabat Lestari siap memberi layanan mobil siaga gratis.
“Para penyandang disabilitas ini merupakan salah satu kaum yang rentan. Kita tak boleh melupakan mereka bahwa mereka juga bagian dari masyarakat. Sebisa mungkin mereka kita rangkul dan berdayakan,” Kak Fauzi menjelaskan.
Sahabat Lestari, komunitas di bawah binaan Kak Lestari Moerdijat ini diketahui aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Salah satunya adalah pendampingan para kaum marginal. Selain itu, mereka juga memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat terlebih di masa pandemi Covid-19 ini.

