JATENG.NASDEM.ID – Anggota Bappilu Jawa 3 Kak Harry Poernomo mengatakan, konstituen harus terus dirawat agar mereka tetap memberikan dukungan terutama untuk Pemilu 2024 mendatang. Caranya, katanya, adalah rutin dikunjungi sehingga mereka merasa memiliki wakil yang peduli.
Terlebih lagi bagi yang akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, syarat itu wajib untuk dilaksanakan. Karena pada dasarnya, prinsipnya sederhana yaitu bertemu dengan banyak orang sesering mungkin. Tujuan dari pertemuan itu adalah untuk memperkenalkan diri dan partai. Menyampaikan visi, misi, dan program-program dari partai sehingga mereka akan lebih mengenal Partai NasDem.
Kak Harry yang merupakan mantan anggota DPR itu mengatakan, ia rutin mengunjungi ke daerah-daerah seperti Kabupaten Wonosobo, Temanggung, Purworejo, dan Kabupaten serta Kota Magelang yang akan menjadi daerah pemilihannya nanti. Seperti yang dilakukan di akhir pekan lalu, Kak Harry bertemu dengan pengurus DPC dari 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo.
“Basis massa itu harus dirawat agar tetap bisa terjadi komunikasi yang baik. Karena dengan cara itu, maka dukungan untuk kita nantinya bisa lebih mudah didapatkan,” kata Kak Harry Poernomo kepada Jateng.nasdem.id, Senin (11/10).
Ditanya tentang konstituen yang dulu mendukungnya saat pemilu lalu, Kak Harry mengatakan akan mengusahakan agar para pemilihnya kembali mendukung, meski tidak bisa 100 persen. Ia menjelaskan, setidaknya jika kiprahnya selama menjadi anggota DPR RI dirasa bermanfaat bagi masyarakat, maka akan banyak yang bisa diajak untuk kembali mendukung.
Selain itu, pengurus partai harus terlibat aktif dan hadir sebagai solusi bagi persoalan masyarakat. Karena sebetulnya persoalan yang dihadapi masyarakat bukanlah persoalan yang rumit. Biasanya berkisar antara faktor ekonomi, fasilitas, dan infrastruktur. Oleh karena itu, mereka perlu didengar suaranya.
“Saat masyarakat punya masalah, ibaratnya mereka membutuhkan teman sharing untuk mendengarkan keluhan dan persoalan mereka, ini yang penting. Jangan sampai kita tidak hadir sebagai solusi dalam persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, wakil rakyat tidak perlu memiliki program yang muluk muluk, cukup memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. (NJ25)

