JATENG.NASDEM.ID – Sahabat Lestari Kabupaten Kudus kembali gencar melakukan pelatihan Sadari (periksa payudara sendiri). Terakhir, Sahabat Lestari Kudus menyambangi masyarakat Desa Temulus, Kecamatan Mejobo untuk memberikan pelatihan, Minggu kemarin.
Bertempat di Aula Balaidesa Temulus, Sahabat Lesatri memberikan pelatihan deteksi dini kanker payudara pada ibu-ibu PKK. “Kemarin di Temulus, Sahabat Lestari memberikan pelatihan sadari kepada para Ibu-ibu PKK,” kata Koordinator Sabahat Lestari Kudus Kak Nurul Fauzi, Senin (4/10).
Dalam kesempatan ini, Sahabat Lesatri bersinergi dengan Pantura Cancer Community (pancacom). Hadir sebagai penyuluh yaitu Kak Shanty Ambarsari, Kak Eny, Kak Asrifah, dan Kak Alwiyah yang memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Para penyuluh ini memberikan edukasi kepada masayrakat yang hadir dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Kita berikan edukasi terkait Sadari, ciri-ciri kanker payudara, dan kapan melakukannya. Tujuan kita memperkenalkan Sadari untuk menekan pasien kanker payudara stadium lanjut,” kata Kak Shanty menjelaskan.
Dalam kesempatan tersebut, Kak Shanty mengatakan bahwa masyarakat sangat antusias untuk mengikuti seluruh sesi pelatihan. “Kita kalau memberikan edukasi kita sampaikan secara singkat, padat dan jelas. Kita pakai bahasa yang mudah dicerna oleh peserta karena peserta adalah ibu-ibu. Mereka merasa pentingnya pengenalan deteksi dini kanker payudara itu,” kata perempuan yang juga penyintas kanker payudara ini.
Kak Shanty mengakui bahwa selama pandemi, berbagai kegiatan terkait Sadari ini cukup terhambat. Namun, kini ia bersyukur pandemi mulai mereda, bersamaan dengan bulan Sadar Kanker Payudara yang jatuh pada Bulan Oktober ini.
Ia berharap, dengan adanya pelatihan ini masyarakat semakin sadar atas risiko kanker payudara. Ia juga mendorong masyarakat untuk lekas berobat ke pengobatan medis ketika diketahui menderita kanker payudara.
“Harapannya sudah tidak ada lagi masyarakat yang takut berobat jika ada yang janggal di area payudara langsung ke medis Sadan tidak ke alternatif jika tidak ada yang ke stadium lanjut,”pungkasnya.
Sebagai informasi, selain memberikan edukasi terkait kanker payudara, Sahabat Lestari juga memberikan pandampingan bagi para pasien kanker payudara untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

