JATENG.NASDEM.ID – Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto bersama DPD NasDem Cilacap menggelar vaksinasi, Sabtu (18/9) ini. Kegiatan berlangsung di Gedung IPHI Cilacap yang terletak di Kecamatan Gumilir. Vaksinasi dosis kedua ini disambut antusias warga Cilacap.
Sekretaris DPD NasDem Cilacap Kak Cahyo Sasongko menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini diperuntukkan bagi masyarakat Cilacap yang telah mengikuti vaksinasi dosis pertama yang digelar NasDem pada 20 Agustus lalu.
Dalam vaksinasi ini dipersiapak 600 dosis vaksin. Peserta penerima vaksin telah diatur per jam agar tak terjadi kerumunan. “Hari ini lokasinya di Gedung IPHI dengan jumlah 600 dosis. Kedatangan peserta kita atur per jam sebanyak 100 orang supaya tidak terjadi kerumunan,” kata Kak Cahyo pagi ini.
Pembatasan peserta tiap jamnya itu dirasa ideal agar masyarakat tak terlalu menumpuk dan tenaga kesehatan atau vaksinator tidak terlalu kelelahan.
Warga yang hadir di lokasi pun harus menunjukkan kupon atau bukti undangan agar dapat divaksinasi. Panitia dengan tegas meminta masyarakat agar datang tepat waktu. Calon peserta yang datang tak sesuai jadwal akan diminta untuk menunggu di luar lokasi acara.
Lewat pengeras suara, para peserta dipanggil satu per satu untuk mendapatkan vaksiansi. Mereka sebelumnya akan mengisi form consent dan harus melewati screening sebelum mendapatkan suntikan vaksin.
Setelah mendapatkan vaksinasi, masyarakat diminta untuk menunggu sekitar 15 menit untuk observasi. “Ini semua sudah kita atur sedemikian rupa supaya alur vaksinasi ini bisa lancar,” Kak Cahyo menjelaskan.
Melihat animo besar masyarakat, Kak Cahyo berharap agar ada sinergitas antara Partai NasDem dan pemerintah untuk terus mendorong jumlah warga yang tervaksinasi di Kabupaten Cilacap.
“Di Cilacap datanya baru 320 ribu orang yang divaskin dari 2 juta orang, masih jauh dari target. Kalau semua parpol gerak semua ini pasti bisa,“ katanya berharap.
Sementara itu, vaksinasi masih akan terus dilanjutkan pada hari Minggu besok di Gedung PGRI Sidareja dengan jumlah 400 dosis vaksin. Hal ini, menurut Kak Cahyo, cukup efektif untuk mengurai kerumunan dan membuat tenaga kesehatan tak terlalu kelelahan dalam melayani masyarakat.

