18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Seminar Empat Pilar di Kebumen Ajak Masyarakat Lawan Pandemi dengan Terapkan Nilai Kebangsaan

JATENG.NASDEM.ID – DPD NasDem Kabupaten Kebumen menjadi tuan rumah dari Sosialisasi Empat Pilar yang digelar oleh MPR RI dan Yayasan Serayu pada Kamis (9/9). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat meliputi organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum di Kabupaten Kebumen.

Ketua DPD NasDem Kabupaten Kebumen Kak Awaludin Chamid menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan momen untuk menumbuhkan rasa kecintaan pada bangsa dan Negara.

“Mari bersama-sama menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jiwa nasionalisme dalam memiliki bangsa dan Negara ini. Mudah-mudahan pelaksanaan seminar kali ini berjalan sukses dan para peserta bisa membawa hikmah dalam mengawal bangsa ini agar tetap bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” kata Kak Awaludin saat membuka acara.

Sebagai pembicara adalah Wakil Ketua MPR RI Kak Lestari Moerdijat, Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Kak Amelia Anggraini, Anggota Departemen Kesehatan DPP Partai NasDemdr Faiz Alaudien Reza Mardhika.

Saat menyampaikan paparannya, Kak Amel mengajak para peserta untuk menumbuhkan semangat kebangsaan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Ia mengajak untuk menghapuskan sifat-sifat primordialisme dan individualisme.

Terlebih, lanjut Kak Amel, saat ini masyarakat tengah dihadapkan pada berbagai tantangan. “Saat ini kita menghadapi berbagai tantangan dalam berbangsa dan bernegara. Tantangan-tantangan ini adalah globalisasi dan pertarungan digitalisasi, serta melemahnya pemahaman terhadap nilai-nilai pancasila,” kata Kak Amelia.

Karena itu, Kak Amel mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pegangan hidup karena di dalamnya terdapat nilai-nilai yang sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Ia mencontohkan pada budaya permusyawaratan serta gotong royong yang hingga kini masih dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia.

“Untuk itu mari kita menjalankan nilai-nilai Pancasila termasuk kebhinnekaan, toleransi, dan dalam aktivitas sehari-hari tanpa melihat ras dan suku,” katanya menekankan.

Sementara itu, Kak Lestari memaparkan pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam hubungannya dengan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Ia menekankan bahwa empat konsensus nilai kebangsaan merupakan panduan untuk mewujudkan negara yang adil, makmur, sejahtera, dan bermartabat.

Dalam penanganan Covid-19, Kak Rerie, sapaan akrab Kak Lestari mengajak masyarakat untuk nenerapkan nilai-nilai kebangsaan yang tertuang pada dasar Negara. “Dalam kondisi ini kita harus berhadapan dengan Covid-19. Alhamdulilah pemerintah bisa mengatasi dan kerjasama dengan banyak pihak. Untuk itu mari menerapkan nilai-nilai pancasila untuk menghadapi pandemi ini bersama-sana,” ujarnya.

Legislator NasDem ini mengungkapkan bahwa pandemi membawa dampak pada berbagai hal, tetapi menurutnya dengan semangat gotong royong pada masyarakatnya, bukan tidak mungkin masyarakat Indonesia akan dikenang sebagai masyarakat yang berhasil melawan pandemi.

“Ada nilai-nilai yang kita miliki, bagaimana nilai-nilai yang ada di Pancasila bisa menjadi tameng menghadapi pandemi. Contohnya Jogo Tonggo yang diluncurkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo, ini adalah semangat solidaritas dan kolaborasi yang dapat membantu dan melindungi masyarakat. Lewat Jogo Tonggo masyarakat gotong royong yang memutus mata rantai Covid-19, dan ini cukup berhasil,” tegasnya.

Sementara itu, dr Reza menyoroti pandemi terkait krisis multidimensi yang tengah dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Untuk itu ia mengajak pada generasi muda untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari terlebih pada masa revolusi industri seperti saat ini.

“Mari kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan menghormati perbedaan. Bahwasanya bangsa Indonesia sangat plural dan sangat majemuk. Ini adalah cara kita menghargai perbedaan, penghargaan atas kemajemukaan dari nilai nilai itu harus kita jaga,” ujar Kak Reza menjelaskan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top