JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Kabupaten Batang dari Fraksi NasDem Kak Muafie menilai bahwa kehadiran pemuda dalam partai politik tidak bisa dianggap enteng. Ia menegaskan kiprah pemuda selain sebagai bentuk regenerasi juga menghidupi partai dengan gagasan-gagasan segar.
Kak Muafie mengatakan selalu melibatkan anak-anak muda dalam berbagai kegiatan partai. “Minggu kemarin saya ajak anak-anak muda di Desa Babdan dan Desa Kalisalak untuk menyampaikan aspirasi dalam reses yang saya gelar,” katanya saat berbincang dengan Jateng.nasdem.id pada Rabu (8/9) sore.
Kedekatan Ketua DPD NasDem Batang ini dengan para pemuda membuatnya sebagai sosok yang popular di tengah kalangan generasi milenial. Dari reses yang ia gelar, berbagai pokok pikiran dari anak muda pun bermunculan.
“Banyak dari sisi bidang ekonomi ada usulan agar anak muda bisa terakses dari UMKM yang ada. Ada pula anak muda yang berkiprah di lingkungan hidup, pengelolaan sampah, mereka ingin mengakses bantuan-bantuan alat. Dan ada yang usul sarana prasarana olah raga,” Kak Muafie membeberkan pokok-pokok pikiran dari reses yang digelarnya.
Meski reses di masa pandemi ini masih dibatas pesertanya sebanyak 20 orang dengan protokol kesehatan yang ketat, tetapi hal ini tak mengurangi semangat Kak Muafi dan para peserta reses. Di luar suasana reses pun, Kak Muafie sering membuka ruang-ruang diskusi dengan masyarakat umum.
“Kalau saya sedang ada di rumah pasti ada yang datang dan pasti saya layani. Saya tak ingin menciptakan sekat antara wakil rakyat dengan masyarakat sendiri. Saya harus sering ada dan mendengarkan mereka,” terangnya.
Kak Muafi mengaku bahwa ia sengaja memaksimalkan peran pemuda dalam tiap kesempatan. Tak hanya dalam reses, Kak Muafie juga mengajak para pemuda untuk berproses di NasDem, Kak Muafie merekrut para pengurus yang masih terbilang muda.
“Karena memang sasaran saya anak muda, ini untuk mobilisasi kepentingan dan kemajuan partai. Bahkan dalam struktural partai kebanyakan kita memang begitu, saya sasar anak muda, pengurs DPC ya anak-anak muda. Paling tua ya 35 tahun ke bawah. Supaya ada estafet dan kesinambungan,” pungkasnya.

