JATENG.NASDEM.ID – Beberapa waktu lalu, Garda Pemuda Partai NasDem telah meluncurkan Program Siaga Pandemi Donor Plasma (PSP Berderma). Dalam hal ini, Garda Pemuda seluruh Indonesia diajak untuk mendonorkan plasma konvalesen serta darahnya demi membantu masyarakat yang membutuhkan.
Seperti diketahui, di masa pandemi pasokan darah di berbagai daerah menipis dan kebutuhan plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien Covid-19 menjadi sebuah kebutuhan. Hal itulah yang mendorong Garda Pemuda NasDem Jawa tengah turut andil dalam program PSP Berderma ini.
Dengan menggandeng berbagai komunitas, sebanyak 215 pendonor diketahui telah berpartisipasi sejak program ini diluncurkan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satgas PSP Berderma wilayah Jawa Tengah Kak Dwiyono Wahyu Adiarso.
Menurutnya, berbagai komunitas yang telah bergabung adalah: KOPAS Komunitas Pendonor Apheresis Kota Semarang, Komunitas APHE GOLDA O, Komunitas Pendonor Milenial, Relawan Donor Darah Kota Semarang (RDD Kota Semarang), Pengda HDCI Jateng, dan Pengcab HDCI Kota Semarang.
“Total per hari Minggu (15/8) lalu sudah terkumpul 215 donor dengan rincian donor darah 109 orang, donor plasma 86 orang, dan donor apheresis 20 orang,” ungkapnya lewat pesan singkat pada Senin (16/8).
Bahkan, salah seorang anggota Komunitas APHE GOLDA O semarang dapat mengajak Wakil Gubernur Jawa tengah Taj Yasin Maimoen untuk turut mendonorkan plasma konvalesen. “Mas Agus dari Komunitas Pendonor Apheresis Golda O Kota Semarang, selain Donor Plasma ketiga juga ternyata dil uar dugaan bisa mengajak dan mendatangkan Wakil Gubernur Jateng Gus Taj Yasin, untuk donor plasma konvalesen juga,” tambahnya.
Kepada teman-temannya, Kak Wahyu selalu menanamkan bahwa kehidupan manusia harus mendatangkan manfaat bagi orang lain. Salah satunya adalah dengan mendermakan darah dan plasma dan mengajak banyak orang untuk turut bergabung.
“Ketika ada orang sakit, maka mereka nggak bisa beribadah dan bekerja untuk keluarga. Maka kita harus menjadi perantara untuk memberikan setetes plasma atau darah sebagai ikhtiar untuk menyembuhkannya agar mereka sehat kembali. Itulah yang jadi ladang amal kita sebagai bekal akhirat kelak,” katanya menekankan.
Kegiatan PSP Berderma di Jawa Tengah ini juga dikonfirmasi Ketua Garda Pemuda Jawa Tengah Kak Dandan Febri H. “Secara rutin sudah berjalan dengan meggandeng PMI dan komunitas-komunitas. Kita rangkul mereka. Setelah semua selesai akan ada suvenir dan sertifikat yang kita bagikan,” Kak Dandan menambahkan.
Sesuai dengan arahan Ketua Garda Penuda NasDem kak Prananda Surya Paloh, 17 Agustus menjadi hari terakhir pelaksanaan PSP Berderma ini. Namun Kak Dandan belum memastikan apakah jadwal ini akan diperpanjang atau tidak.
Namun yang terpenting, Kak Dandan mengucapkan beribu terimakasih pada masyarakat dan anggota komunitas yang telah mendonorkan darah dan plasmanya.
“Membincangkan kemanusiaan kita lepas baju partai. Mereka menyambut antusias program ini hingga bisa mengumpulkan ratusan pendonor. Harapannya apa yang kita jalankan di Semarang dan Jateng bisa menyelamatkan nyawa orang lain apalagi dalam situasi dan kondisi seperti ini,” pungkas kak Dandan.

