JATENG, NASDEM.ID – Serba dalam keterbatasan tak menghalangi kader-kader NasDem Wonogiri merawat partai. Hasil Pileg 2019, tak satu pun kursi legislatif berhasil diraih kader NasDem, baik di jenjang DPRD Wonogiri, DPRD Jateng, atau DPR RI. Dampaknya sumber pendanaan partai dari anggaran bantuan politik (banpol) di APBD kabupaten/provinsi serta APBN pun kosong.
Alhasil banyak kendala yang dihadapi kader NasDem dalam membesarkan partai. Kegiatan-kegiatan eksternal praktis tidak berjalan sejak selesainya Pileg 2019. Demikian juga kegiatan internal hanya sebatas rapat konsolidasi insidental. Artinya, pelaksanaan rapat dilakukan di saat akan mempunyai acara seperti konsolidasi DPP, DPW, dan DPD NasDem beberapa bulan lalu.
Wakil Ketua Bappilu Wonogiri Kak Agus Kiyatmoko, mengatakan modal yang dimiliki kader NasDem Wonogiri adalah loyalitas dan tekad agar NasDem Wonogiri terus muncul dan dikenal masyarakat. “Tidak malu-malu kader NasDem Wonogiri patungan membiayai rapat internal,” kata Kak Agus terus terang, Selasa (10/8).
Kak Agus menjelaskan keterbatasan yang ada hingga saat ini, misalnya uniform partai yang tak dimiliki oleh pengurus. “Saat rapat ya, pakaiannya beraneka ragam dan warna karena tidak memiliki seragam. Keterbatasan itu tidak menyurutkan kader untuk terus bergerak. Bukti riil, penambahan e-KTA terus bertambah dengan keterbatasan,” katanya penuh semangat.
Kak Agus sangat mengapresiasi kinerja pengurus dalam mengupayakan penambahan e-KTA. “Di tengah keterbatasan dana, uniform dan sebagainya, ternyata kader NasDem masih dipercaya masyarakat Wonogiri. Terbukti dari naiknya capaian e-KTA walau lambat,” ujarnya.
“Kami berharap DPP NasDem dan DPW NasDem men-support setiap kegiatan DPD Wonogiri. Support dana dan uniform akan menambah ritme konsolidasi dengan masyarakat lebih intens,” Kak Agus menambahkan.
Kak Agus menjelaskan kondisi riil telah disampaikannya di rapat internal Bappilu. “Yakni kendala eksternal di Wonogiri, kepala daerah dipegang merah sehingga menjadi basis suara merah. Sebagai contoh, listrikisasi sudah menjadi program NasDem Wonogiri dan telah disinergikan dengan kader NasDem di pusat dan di-ACC (disetujui). Saat realisasi ternyata titiknya berubah dan kami (NasDem) tidak kuasa bertanya,” ungkapnya.
Karenanya, Kak Agus menegaskan modal tekad dan loyalitas yang mampu mengkonsolidasikan 24 DPC dari 25 kecamatan di Wonogiri. “Kita berharap akhir tahun 2021 ini, kepengurusan DPC di 25 kecamatan di Wonogiri terpenuhi. DPC-DPC yang sudah ber-SK masih terkendala berbagai logistik. Termasuk untuk menemui 10 tokoh masyarakat belum bisa maksimal,” ia menjelaskan.
“Bayangkan, mau minta orang lain masuk NasDem sementara kita yang datang tidak mempunyai uniform partai. Bagaimana mau dikenal masyarakat apabila logistik dasar itu tidak ada. Selama ini, strategi yang dilakukan ya SKSD Palapa saja (sok kenal sok dekat, padahal tidak punya apa-apa),” kata Kak Agus bersoloroh meski tetap penuh semangat. (NJ13)

