18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Wakabid Pertanian NasDem Brebes Berbagi Kisah Sukses Pertanian Hidroponik

JATENG.NASDEM.ID – Pandemi Covid-19 menciptakan perubahan berbagai tatanan kehidupan tanpa terkecuali di sektor pertanian. Namun, di balik pagebluk itu juga menciptakan peluang, seperti yang dikembangkan Wakil Kepala Bidang Pertanian NasDem Brebes Kak Radea.

Kak Radea menyambangi rumah Kordapil 12 Jateng NasDem Jateng Kak Fajar Sigit bertukar ilmu seputar usaha pertanian hidroponik dan organik. Ia merintis peluang usaha pertanian melalui konsep green hidroponic. Awalnya, ia mengakui menanam sayur dengan pola tanam biasa. Namun, melihat kebutuhan konsumen yang tinggi sedangkan luas lahan hanya sempit maka fokus menanam sayur secara hidroponik.

Sistem hidroponik sendiri merupakan cara menanam dengan menggunakan media air dan tidak lagi menggunakan tanah. Untuk nutrisinya sendiri dengan cara dilarutkan ke air dimana nantinya akan diserap oleh tanaman. Kak Radea menambahkan bahwa teknik pertanian modern bisa lebih efisien dan menjadi keunggulan.

Kelebihan bercocok tanam hidroponik yaitu perawatan atas gangguan hama lebih terkontrol. “Soalnya kita kan nggak pakai tanah ya jadi otomatis hama-hama ini bisa lebih sedikit. Kemudian kita menggunakan pupuk dan air yang lebih efisien kalau kita pakai tanah kan biasa disiram, airnya lebih banyak,” katanya, Kamis (5/8).

Dalam mengembangkan budi daya hidroponik ini, Kak Radea memanfaatkan pekarangan rumahnya di Kecamatan Larangan, Brebes. Dia sudah memulai bisnis itu sejak 2014 bakan bisa dibilang sebagai pioner hidroponik di kota bawang. Kak Radea mengubah profesi petani yang semula terkesan tradisional menjadi bisnis modern dan lebih menjanjikan.

Konsistensi Kak Radea akhirnya membuahkan hasil. Dia kerap diundang sebagai pemateri bagi masyarakat hingga instansi pemerintahan yang ingin belajar lebih banyak dalam agro bisnis itu. Bahkan, kini mengembangkan kelompok tani yang bernama Sumber Rejeki dan memiliki 20 mitra petani dengan jumlah lobang per orang mencapai 1.000 titik tanam.

Kak Radea terus berbagi pengalaman dan mengajak masyarakat menggunakan teknologi dalam bercocok tanam dengan tujuan meningkatkan produktivitas. Terlebih, masyarakat perkotaan yang terbatas dalam pemilikan lahan.

 “Alhamdulillah, lama-kelamaan, orang banyak tertarik. Lahan sempit tidak masalah karena hidroponik tidak mensyaratkan tempat luas,” katanya.

Kak Radea kini tak hanya memasok sayuran hidroponik, melainkan juga penyedia instalasi dan sarana pelatihan untuk teknik bercocok tanam hidroponik. Dia juga dikenal pemasok sayuran hidroponik pertama di Brebes karena sebelumnya masih dipasok dari Jakarta dan Bandung.

“Alhamdulillah, bisnis ini sangat menjanjikan dan menguntungkan. Banyak mitra saya sudah menikmati hasilnya,” kata dia.

Saat ini terdapat 12 jenis sayuran yang ditanam di green house seluas 300 meter persegi miliknya, mulai dari sayur bayam, kangkung, kailan, kale, hingga selada. Sayuran segar ini dipasok ke pasar tradisional, pasar swalayan, toko ritel, hotel, hingga restoran di Tegal.

Kak Radea mengaku usahanya sempat terpengaruh akibat pandemi Covid-19 ditambah penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Brebes beberapa bulan lalu. Permintaan sayuran dari hotel dan restoran mengalami penurunan drastis. Beruntung dia masih terbantu dengan konsumsi dari kelompok pelanggan rumah tangga sehingga sedikit menutupi pesanan yang menurun dari pangsa hotel dan restoran.

Ia menjelaskan para petani hidroponik di Brebes memilih memasarkan produknya melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp terutama di masa pandemi di mana banyak orang enggan keluar rumah. Pemasaran ini, ia nilai lebih efektif karena lebih hemat biaya dan masuk ke semua kalangan.

“Waktu masyarakat sekarang lebih banyak di rumah, itu saya manfaatkan menjual secara online. Banyak juga warga yang belajar berkebun dan akhirnya berhidroponik, mereka nyaman melihat tanaman di pot-pot pipa di depan rumahnya,” katanya.

Apa yang dilakukan Kak Radea ini juga turut menginspirasi pengurus dan anggota NasDem Brebes alinnya. Selain mendorong agar mereka dapat memanfaatkan pekarangan rumah atau lahan kosong untuk bisnis ini, Kak Radea juga senantiasa membagikan ilmu di balik kesuksesannya.

Menurutnya hal ini adalah usahnya untuk nguri-uri NasDem. dari hal yang ia sukai, ia bisa mengembangkannya menjadi satu daya tarik bagi masyarakat. Tak heran, NasDem brebes juga dikenal sukses dalam mendekati para komunitas-komunitas petani.(NJ27)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top