JATENG.NASDEM.ID – Pengurus DPC Partai NasDem Kecamatan Kepil Wonosobo terus melakukan pembenahan struktural partai di tingkat ranting. Saat ini dari 21 desa yang ada di kecamatan Kepil, tercatat sudah 15 desa yang terbentuk DPRtnya. Upaya ini sejalan dengan instruksi dari DPD yang meminta pembentukan DPRt agar dipercepat.
Ketua DPC Kepil, Kak Wahyu Kustiyanto mengatakan upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di setiap desa yang dianggap memiliki keinginan untuk bergabung dengan Partai NasDem.
“Kami melakukan silaturahmi kepada para tokoh-tokoh tersebut. Pendekatan yang kami lakukan pun dilakukan secara personal. Dengan cara ini, kami bisa mengetahui tingkat ketertarikan mereka terhadap Partai NasDem. Jadi tidak asal rekrut, karena dikhawatirkan nantinya kepengerusan tidak akan berjalan,” ujar Kak Wahyu, Rabu (3/8).
Ditemui di rumahnya di Desa Gondowulan, sebuah desa yang berlokasi cukup jauh dari Ibukota Kecamatan Kepil, Kak Wahyu yang kesehariannya berprofesi sebagai pembudidaya ikan lele mengatakan, saat bertemu dengan para tokoh, ia menyampaikan visi dan misi dari partai.
Menurut Kak Wahyu, umumnya mereka yang didatangi tampak merespon secara positif atas ajakan bergabung dengan NasDem. Pendekatan kepada tokoh pemuda juga relatif mudah dilakukan, mengingat usia yang masih 27 tahun sehingga bahasa komunikasi yang dijalin juga relatif sama.
“Ibaratnya dengan pola jagongan dan sonjo tonggo, kita bicara santai sambal ngopi-ngopi, maka komunikasi yang terbangun akan lebih mudah. Respek yang ditunjukkan para tokoh sangat bagus. Umumnya mereka menginginkan ada caleg dari daerah tersebut,” kata kak Wahyu menjelaskan.
Dalam periode 2014-2019, Dapil Kepil pernah memiliki anggota legisltaif dari Partai NasDem, yang tidak lain adalah mertua dari Kak Wahyu Kustiyanto. Perolehan suara saat itu pun cukup tinggi, mencapai 6.500 suara. Capaian itu hendak diraih kembali untuk pemilu 2024 mendatang. Terlebih, tim yang dulu bekerja untuk pencalegan tahun 2014 dan 2019 juga masih solid sehingga bisa kembali menjalankan misi partai.
Meski begitu, Kak Wahyu mengatakan, kerja yang dilakukan tidak banyak digembar-gemborkan dan lebih memilih kerja senyap. Hal ini untuk menghindari sorotan dari pihak lain yang juga memiliki kepentingan sama. Dengan cara ini, target yang dicanangkan diharapkan bisa tercapai tanpa perlu memancing perhatian pihak lain. (NJ25)

