JATENG.NASDEM.ID – Kabar PPKM diperpanjang jadi perbincangan hangat di masyarakat Indonesia. Wacana soal perpanjangan PPKM darurat sudah terdengar sejak awal pekan lalu hingga diputuskan Presiden Joko Widodo hingga Minggu (25/7) nanti.
Pihak terkait sudah melakukan pembahasan dan evaluasi pelaksanaan PPKM tersebut. Beberapa kepala daerah setuju PPKM diperpanjang pelaksaannya mereka yakin berdasarkan data yang muncul pasien Covid-19 berkurang dan mobilitas masyarakat sangat berkurang. Ini semua tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menekan peredaran virus dari Wuhan China dan telah berkembang dari India dan Inggris.
Hal itu disampaikan Ketua DPC Kecamatan Pagerbarang, Tegal, Kak Sulton. “Keputusan untuk memperpanjang masa PPKM sampai tanggal 25 saya setuju, namun penyekatan jalan mestinya hanya untuk perjalanan antar kota saja karena apapun alasannya penyekatan jalan seperti sekarang sangat mengganggu perputaran ekonomi,” ujarnya, Kamis (22/7).
Sementara itu penyiar Radio Slawi FM yang akrab disapa Bung TW menilai pro kontra setiap kebijakan itu hal yang lumrah dalam kancah demokrasi. “Karena tiap individu memiliki kemampuan persepsi yang berbeda, tentu setiap kebijakan telah melalui pembahasan dan pertimbangan semua unsur termasuk para wakil rakyat yang telah mendelegasikan hak politiknya melalui parlemen,” kata penyiar program lagu Tegalan tersebut.
Efektif atau tidak, dia menambahkan, kembali kepada komitmen masing masing entitas seberapa memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, keluarga, dan lingkungan.
Pendapat berbeda disampaikan seorang pedagang di Slawi Kulon bernama Bimo. “Harusnya (PPKM) disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing karena situasi kondisi beda-beda sebetulnya programnya,” katanya
Bimo mengatakan kebijakan PPKM dinilainya bagus mengatasi penularan Covid-19. Namun, ia menyarankan untuk menyelesaikan Covid-19, pemerintah harus berani melakukan kebijakan lockdown. “(Tapi) rakyat dijamin dengan anggaran yang cukup sesuai keadaan masing masing daerah,” katanya.
Bimo juga menyarankan agar Pemerintah melaksanakan vaksinasi door to door. “Istilahnya jemput bola dan gunakan semua perangkat yang ada untuk dimaksimalkan kinerjanya menanggulangi virus,” ujarnya.
Ia berharap agar rakyat bisa dijamin negara dalam kehidupannya walau mungkin berat bagi pemerintah, tetapi hal itu bisa dilakukan demi penyelesaian wabah yang sudah menghantui masyarakat satu setengah tahun ini. (NJ27)

