JATENG.NASDEM.ID – NasDem sebagai partai yang terbuka dan antimahar dengan jargonnya restorasi Indonesia, sejak awal membuat Cahyo Sasongko yang berprofesi sebagai kontraktor di Cilacap terpikat hati.
Berasal dari keluarga Partai Golkar, lelaki yang akrab disapa Cahyo ini sebenarnya sudah lama berkecimpung di politik. Ia mengawali debut politik di Partai PDIP. Namun, ia absen dari politik lebih dari satu dekade sebelum bergabung ke NasDem.
Ia kemudian mantap masuk NasDem. “Melihat NasDem saya melihat partai yang terbuka, anti mahar, dan restorasi Indonesia dan bisa sejalan dengan hati nurani dan tendensinya bukan hanya uang,” ujarnya kepada Jateng.NasDem.id, Selasa (6/7).
Bergabungnya ke NasDem terbukti mengantarkannya menjadi anggota DPRD Kabupaten Cilacap pada 2019 lalu. Ia menyebutkan sebagai sebuah perjalanan panjang untuk merebut simpati dan kepercayaan masyarakat melalui berbagai program pada masyarakat.
Kini, Cahyo duduk di Komisi C DPRD Kabupaten Cilacap. Ia tetap dekat dengan masyarakat untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan. “Sekarang masyarakat mendambakan pemimpin yang dekat dengan masyarakat. Dalam proses mencalonkan kan cari dukungan, jika sudah jadi jangan sampai lupa dengan masyarakat,” ujar pira 46 tahun ini.
Menurut mahasiswa pascasarjana yang tengah menyelesaikan thesisnya ini, masyarakat butuh pemimpin yang dekat dengan mereka. Karena jabatan politik yang hanya 5 tahunan saja, waktu tersebut harus digunakan sebaik-baiknya dengan memperjuangan aspirasi dan memberi program pada masayrakat.
Berbagai program telah direalisasikan oleh Cahyo. Mulai dari pembangunan infrastruktur, pembangunan masjid dan mushala, bantuan untuk rumah tak layak huni, bantuan ternak, hingga pelatihan yang ditujukan untuk para perempuan.
Atas kedekatan dan program yang ia jalankan Cahyo mampu merebut kepercayaan masyarakat, dibuktikan dengan hasil polling calon kandidat Bupati Cilacap oleh website cilacap.terkini.id.
Dari 19 nama yang disodorkan, nama Cahyo Sasongko bertengger di posisi keempat dengan perolehan elektabilitas 9,3 persen sebagai calon Bupati Cilacap 2024.
“Di Cilacap saya ranking 4 sebagai kandidat calon bupati, karena banyak tokoh politik, setda, petinggi DPRD, Kemudian nama NasDem di situ mengalahkan dari beberapa kandidat,” ia menjelaskan.
Namun, ketimbang fokus pada pencalonan bupati, Wakil Ketua Fraksi NasDem DPRD Kabupaten Cilacap ini mengaku lebih tertarik untuk kembali mencalonkan diri dalam Pileg 2024 besok.
“2024 sudah pasti (mencalonkan) karena semua bekalnya adalah ketokohan dan saya punya modal dan sudah terbukti,” ujarnya.
Ia berniat membangun NasDem agar semakin besar. “Saya juga tak hanya mengurusi di dapil saya. Di dapil lain saya juga membuktikan dengan berbagai kinerja. Ini untuk membangun NasDem bahwa kita adalah kadernya,” ujar Sarjana Ekonomi ini.
Cahyo tak pernah menyangka bahwa ia akan sampai di posisi saat ini. Ia menyadari bukan berasal dari keluarga kaya. Namun, dengan keyakinan yang dimiliki, Cahyo membuktikan bahwa kiprahnya diterima dan diakui masyarakat
“Saya orang biasa yang punya motivasi bahwa keyakinan mengalahkan segalanya. Saya orang biasa bukan orang kaya yang pengen maju dan berkarya. Saya kontraktor dan pengusaha tapi hal ini bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah pengabdian di masyarakat,” ujar Cahyo yang selain anggota dewan juga menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Cilacap.

