JATENG.NASDEM.ID – Mungkin sedikit dari kita yang akrab dengan tanaman talas kajar. Melihat peluang ini, Ketua Gemuruh NasDem Temanggung Rohimin menggaet para investor talas kajar dan memberikan edukasi pada para petani di Jawa Tengah.
Kak Rohimin yang juga ketua Forum Komunitas Peduli Petani Buruh (Forkompenab) Jawa Tengah tersebut kemudian menggelar sosialisai pada masyarakat yang tinggal di Desa Kinten, Kabupaten Semarang, pada Jumat (2/7) lalu.
Selain itu hadir pula Nurrohman selaku perwakilan dari pupuk Petrocas serta Nastain sebagai investor talas kajar. Kak Rohimin mengaku, selain memberikan edukasi, apa yang dilakukannya tersebut demi meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
“Kami memberikan sosialisasi tentang manfaat dan cara menanam tales kajar tersebut. Yang dipandu oleh Pak Nastain sekalu investor dari Kabupaten Batang,” katanya kepada Jateng.nasdem.id, Senin (5/7).
Menurut narasumber, penanaman talas kajar di lahan 1 Ha butuh 10 ribu bibit dengan ukuran 1×1 meter. Berbeda dengan talas lainnya, talas kajar ini dimanfaatkan bagian daunya dengan cara dirajang dan di manfaatkan untuk rokok.
“Masa panen daun talas -+ 5-6 bulan. Dan bisa ekspor ke luar negeri,” ujar Nastain meyakinkan.
Rohimin juga memberikan masukan kepada para perwakilan petani di 9 desa tersebut. “Tanaman talas beneng / talas kajar bisa kita tanam sebagai tumpang sari, tapi kita tetap menanam tanaman pokok, yang biasa ya kita tanam,” ajaknya pada masyarakat.
Ide untuk mensosialisasikan talas kajar atau yang dikenal dengan tanaman senthe ini tampaknya bukan hal yang sia-sia mengingat ada pasar ekspor yang bisa dijangkau. Terlebih tanaman yang dimanfaatkan bagian daunnya ini memiliki berbagai khasiat.
Di luar negeri, rajangan daun kajar ini dimanfaatkan sebagai campuran tembakau, rokok herbal, dan juga kompos. Namun di Indonesia, masih minim yang mengetahui manfaat dari tumbuhan dari keluarga Alocasia ini.
Menurut berbagai sumber, daunt alas memiliki berbagai manfaat diantaranya yaitu mencegah kanker, menjaga kesehatan mata, menurunkan tekanan darah tinggi, memperkuat system kekebalan tubuh, dan lain-lain.
Dari berbagai toko daring, talas kajar dijual dalam bentuk bibit, tanaman hidup, bahkan yang kering dalam bentuk rajangan. Untuk satu kilo daun kajar kering yang sudah dirajang bisa dihargai Rp 25.000 hingga Rp 500.000 per kilogram tergantung kualitas.
Harga yang cukup menggiurkan mengingat tanaman satu ini tak banyak diperhatikan. Untuk itu, peluang usaha dalam menanam talas kajar ini dinilai Kak Rohimin dapat mendongkrak ekonomi para petani di Jawa Tengah sendiri.

