JATENG.NASDEM.ID – Memperoleh 2.259 e-KTA per Jumat (25/6), DPD NasDem Klaten tak menyerah untuk terus mendulang e-KTA meski di masa pandemi Covid-19. Menurut Ketua DPD NasDem Klaten Miranda Eva Yulianti, progres perolehan e-KTA di daerahnya memang minim, namun pihaknya tak pernah berhenti berjuang.
“Memang masih banyak kekurangan tetapi akan terus berjuang sampai 2024 nanti,” katanya beberapa waktu lalu.
Selain fokus pada perolehan e-KTA, Miranda mengaku juga telah menyelesaikan pembentukan 26 DPC di Kabupaten Klaten. Hingga saat ini pihaknya juga telah mengirimkan permohonan SK yang kemudian akan ditindaklanjuti dengan pembentukan kepengurusan di tingkat grassroot.
“DPC sendiri sudah terbentuk 26, kita sudah kirimkan permohonan SK-nya, kita masih menunggu SK-nya keluar untuk kemudian membentuk DPRT,” terangnya.
Menurut Miranda, sudah ada beberapa kecamatan yang sudah siap untuk membentuk DPRt. Beberapa diantaranya adalah Melitan, Glodogan, Banguran, Trucuk, Sabranglor, Mlese, Sawit, Bayat, dan Krakitan.
Sementara itu beberapa desa di kecamatan lain masih menunggu waktu yang tepat untuk pembentukannya mengingat kondisi pandemi. “Beberapa kita masih tetap aktif untuk mengumpulkan dan menemui. Tapi beberapa kita tunda dulu krena masih pandemi,” Miranda menambahkan.
Gerilya para pengurus DPD NasDem Klaten tak berhenti di situ saja. Miranda juga mengaku bahwa pihaknya aktif menemui beberapa tokoh masyarakat untuk menjadi peserta pileg 2024 mendatang.
Meski tengah bersemangat dalam melakukan penguatan struktur, namun Miranda berpesan pada para pengurusnya agar tak lalai dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kita tetap mengimbau pada semua kader agar sungguh-sungguh menjaga prokes, social distancing harus tetap dilakukan. Jika ada daerah yang lonjakan kasusnya tinggi akan kita kirim alat sprayer dan membantu mereka dengan mensterilkan,” imbau Miranda.
Ia mengatakan tengah fokus untuk memaksimalkan program omah jamur yang digagasnya untuk menghiduokan kegiatan DPC. “Beberapa program yang sedang kita lakukan untuk menguatkan struktur yaitu dengan bikin omah jamur. Untuk yang berkenan jadi caleg untuk menghidupkan DPC dengan program ini,” ujarnya.
Kini di masa serba terbatas ini, Miranda berharap agar masyarakat nerkenan bergabung dengan NasDem dengan senang hati tampa embel-embel politik transaksional.
“Mudah-mudahan kader kita adalah kader yang masuk dengan senang hati dan semangat yang luar biasa, jika hanya transaksional nggak akan kuat mengakarnya,” katanya.
Untuk itu, kini pihaknya tengah berusaha untuk menarik simpati masyarakat dengan berbagai program. Sehingga waktu dan kesempatan yang kini tersedia bisa dipergunakan untuk menghidupkan mesin partai dan berjuang bersama.
“Kita sebisa mungkin merangkul masyarakat dengan hati dan program-program. Untuk berkarya dan berjuang bersama. Semoga Klaten punya waktu yang cukup untuk menghidupkan mesin partai. Sekarang aku dan teman2 sedang berusaha dengan klaten NasDem yang baru untuk menjadi bermanfaat,” pungkasnya.

