18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Dapil I Klaten Turun Gunung ke Dukuh Kuntulan

JATENG.NASDEM.ID – NasDem Klaten terus bergerak untuk membentuk kepengurusan di tingkat DPRt sekaligus sebagai upaya menambah jumlah perbendaharaan e-KTA di wilayah itu. Setelah sebelumnya, Kordapil I Klaten Wisnu ngubek-ubek Desa Melikan dan sejumlah desa lainnya, Selasa (15/6) kemarin, Tim Pemenanan Dapil I turun ke Dukuh Kuntulan, Kecamatan Wedi, Klaten.

Di Dusun Kuntulan ini,  Kakak Wisnu memberikan penjelasan dasar tentang Partai NasDem serta sepak terjangnya di masyarakat, termasuk gagasan politik antimahar.  ‘’Yang saya hadapi itu dalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sehari-hari bekerja sebagai petani dan pekerjaan lain yang setingkat dengan itu, karenanya dalam menjelaskan NasDem, saya menggunakan bahasa dan framing berfikir yang biasa mereka alami sehari-hari,’’ ujar Wisnu.

Karena itu, persoalan yang saat ini riil dihadapi oleh masyarakat seperti sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi serta isu-isu lain digunakan sebagai belalai gajah untuk masuk ke dalam persoalan sebenarnya. ‘’Kemarin itu ada ibu-ibu yang mengejutkan saya karena bertanya tentang sikap NasDem tentang wacana penarikan pajak pertambahan nilai pada kebutuhan pokok termasuk beras,’’ katanya.

Ia menambahkan, ‘’Atas pertanyaan itu saya menjawab, bahwa pada dasarnya NasDem tidak sepakat dengan wacana pemerintah mengutip pajak pertambahan nilai untuk barang-barang kebutuhan pokok.’’

Sikap dasar NasDem itu, bukan karena sekadar rubuh-rubuh gedang artinya ikut arus kemana arah politik sedang berlangsung, tetapi merupakan sikap dasar dari keberadaan NasDem. ‘’Pak Surya Paloh pad 2011 mendirikan Partai NasDem dengan  arah menjadikan partai ini sebagai gerakan perubahan. Perubahan dari apa? Perubahan dari sistem dan kelakuan praktik politik yang tidak mensejehaterakan rakyat ke prakitik politik yang beroreintasi kepada kesejahteraan rakyat,’’ ujar Wisnu.

Menurut Wisnu, para peserta  yang hadir menunjukkan minat tinggi untuk mengetahui lebih dalam terkait dengan keberadaan NasDem dalam konstelasi politik Indonesia. ‘’Meskipun mereka tinggal di Kuntulan, yang sangat jauh dari pusat kekuasaan republik dan provinsi, namun pengetahuan mereka atas kehidupan politik nasional sangatlah tinggi. Selain itu, pemuda-pemuda di Wedi juga kritis terhadap keberadaan partai politik,” ujarnya.

Diskusi dengan para bapak-bapak dan ibu-ibu tersebut, lanjut Wisnu, berbekal dari apa yang sudah dilakukan  oleh NasDem sejak keberadaannya pada 2011 hingga saat ini. ‘’Saya menunjukkan jiwa keberadaan NasDem adalah untuk membangun peradaban kebangsaan baru. Salah satunya adalah politik anti-mahar,’’ ujarnya. Ia menjelaskan dengan politik anti-mahar maka akan mengurangi beban keuangan dalam konstelasi pilkada maupun pileg.

Wisnu menambahkan, setelah sesi bincang-bincang, sejumlah pemuda yang hadir menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dari NasDem yang ditandai dengan pembuatan e-KTA untuk beberapa hadirin. ‘’Kesamaan perasaan kami dalam menatap persoalan bangsa ini serta mencarikan solusi terhadap sejumlah persoalan yang dihadapi negeri ini berujung pada keputusan untuk membesarkan NasDem Klaten,’’ ujarnya.

Klaten menyediakan 50 kursi DPRD kabupaten yang tersebar di lima daerah pemilihan. Pada  Pileg 2019 lalu, NasDem berhasil mempertahankan satu kursi dari yang sudah di dapat pada Pileg 2014. Secara wilayah adminstrasi, Kabupaten Klaten terbagi dalam 26 kecamatan dan 401 desa/kecamatan.

Pilkada 2020 lalu, jumlah pemilih di Klaten sebesar 961.070 jiwa. Sedangkan pada Pileg 2019 lalu, dari 50 kuri yang disediakan DPRD Klaten, NasDem hanya kebagian satu kursi dari Dapil I atas nama Willy Paul Rindorino. Anggota termuda di DPRD Klaten itulah juga yang memberikan support atas kegiatan-kegiatan yang dijalankan Kordapil I Klaten Wisnu

Di Dapil I Klaten mencakup enam kecamatan yang terwakili oleh sebelas kursi DPRD kabupaten.  Enam kecamatan itu adalah Kalikotes ( 7 desa ), Kebonarum (7), Klaten Selatan (12), Klaten Tengah (9), Klaten Utara (8), Ngawen (13), dan Wedi (19).

Sementara itu, Kordapil VII Jateng Fauzi Bayu mengatakan, di Kecamatan Wedi terdapat 19 desa dari 73 desa yang ada di Dapil I Klaten dengan enam kecamatan. ‘’Ini artinya, kami harus membentuk enam kepengurusan DPC dan 73 DPRt atau setara dengan 4.057 kader,’’ ujarnya.

Sebab menurut dia, berdasarkan aturan partai, jumlah pengurus di setiap cabang sediktnya terdiri atas tujuh orang, sedangkan untuk tingkat DPRt sebanyak 55 orang. ‘’Melengkapi struktur di Dapil I Klaten ini juga merupakan tantangan tersendiri, karena  Klaten apalagi wilayah kota, sangat didominasi oleh satu partai politik tertentu. Warna merah di sini sangat kental sekali. Namun bukan hal yang tidak mungkin jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dibingkai oleh strategi yang jitu,’’ katanya.

Fauzi Bayu selanjutnya menjelaskan, dalam konsolidasi tersebut telah dirumuskan arah dasar yang akan ditempuh oleh kader NasDem di Dapil I Klaten dalam melakukan percepatan pembentukan pengurus cabang dan DPRt. ‘’Tadi sudah dirembug juga, personil-personil yang akan ngayahi masing-masing kecamatan. Setelah membentuk pengurus cabang, secara bersamaan juga dibentuk pengurus DPRt. Para PAC di setiap kecamatan itu bisa sekaligus ikut dalam kepengurusan tetapi juga berada di luar. Namun yang pasti, para koordinator tingkat kecamatan itu adalah kader NasDem yang memiliki penguasaan mendetail baik peta politik maupun para panutan masyarakat,’’ katanya.

Karena dengan menguasai peta wilayah tersebut, memudahkan NasDem untuk bergerak mencari orang-oang yang memiliki popularitas dan aseptabilitas. ‘’Memang kedengarannya agak sombong, untuk wilayah kering-kerontang seperti di Klaten ini, kita masih mempertimbangkan aspek popularitas dan aseptabilitas dalam merekrut kader. Tetapi, hal ini harus dilakukan agar fungsionaris kita bukan orang yang sambang ndalan, atau orang-orang yang hanya dipungut dari jalan-jalan,’’ ujarnya.

Menurut Fauzi Bayu, wilayah Klaten terutama di dapil satu, sebenarnya menyimpan orang-orang yang sangat potensial. ‘’Umumnya mereka berpendidikan tinggi atau tamat SLTA. Mereka juga memiliki budaya baca yang tinggi sehingga kalau kita ajak ngobrol, bisa nyambung. Hanya saja, umumnya mereka, akan menjadi pendiam bila bertemu dengan orang-orang yang baru dikenal,’’ ujarnya.

Menghadapi karakter orang Klaten yang sangat berhati-hati dalam menerima pemikiran atau orang-orang baru dilingkungannya, maka menjadikan tokoh-tokoh setempat sebagai endorser sangatlah penting.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top