JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD NasDem Kabupaten Temanggung Muhamad Sayid mengkritik kinerja pemerintah Kabupaten Temanggung. Menurut Sayid, pemerintah Kabupaten Temanggung semestinya memperhatikan aspek peningkatan kualitas pelayanan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Temanggung telah menerima predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sebanyak lima kali berturut-turut, namun menurutnya hal ini perlu dicermati, terutama kemanfaatannya bagi masyarakat.
“Manfaat yang dirasakan sekarang hanya masyarakat disuruh mengoptimalkan penggunaan lahan pekarangan untuk tanaman sayuran dan buah-buahan. Dan penggalakan pengelolaan sampah rumah tangga,” ungkapnya membuka perbincangan.
Menurut Sayid, belum ada program pemerintah yang memberikan dapak positif pada masyarakat temanggung secara riil. “Seharusnya Pemkab memprioritaskan program atau kegiatan yg berdampak dan memberi kontribusi langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Sayid.
Sayid menatakan bahwa mayoritas masyarakat Temanggung berprofesi sebagai petani/pekebun. Sehingga menurutnya program prioritas pemkab seharusnya fokus pada bagaimana mengangkat nilai tukar produk pertanian dan perkebunan supaya tidak makin tertinggal dari produk-produk manufaktur dan jasa.
Jika pemkab bersinergi dengan masyarakat dalam hal pengembangan produk lokal maka akan dapat mengangkat ekonomi setempat. Hal ini mengingat masyarakat yang sudah cakap dalam bertani namum masih terbatas dalam memasarkan produknya. Tentu ini menjadi tantangan bersama.
“Tugas pemerintah daerah adalah mencari dan memberikan akses pasar bagi produk-produk pertanian supaya nilai jualnya tinggi, sepadan dengan biaya produksinya. Petani kalau dibiarkan bertarung sendiri di pasar bebas sdh pasti akan kalah dengan pemilik modal besar,” ia menekankan.
Sayid mencontohkan, dulu orang tuanya memiliki lahan dengan tanaman tembakau seluas setengah hektar yang cukup untuk membeli sepeda motor, membiayai anak sekolah, serta kebutuhan lain. Namun saat ini dengan kondisi yang sama, penghasilan dari lahan tersebut pun tak cukup untuk membeli sepeda motor saja.
Ia menyebutkan kondisi ini sebagai pemiskinan relative yang harus segera ditangani oleh pemerintah setempat. Mengingat tembakau menjadi komoditas unggulan Kabupaten Temanggung. “Di situlah diperlukan peran dan fungsi pemerintah dalam pembelaan yang kongkrit terhadap petani,” ujarnya menegaskan.
