JATENG.NASDEM.ID -DPD NasDem Wonogiri menggelar diskusi politik dengan NasDem muda di Kantor DPD NasDem Wonogiri, Sabtu (29/5/2021). Diskusi tersebut bertujuan mengajak generasi milenial menjadi subyek demokrasi di Wonogiri bukan lagi obyek yang bisa diombang-ambingkan.
Dalam sambutannya, Sekretaris DPD NasDem Wonogiri Tri Wahyudi mengungkakan bahwa politik merupakan cara untuk menguatkan, mempersatukan dan sarana berjuang melunasi janji-janji kemerdekaan Republik Indonesia.
Politik juga merupakan alat paling efektif untuk membuat sebuah perubahan dan kemajuan bagi negara. “Hal ini tentu saja tidak terlepas dari peran pemuda-pemudi Indonesia, saat mengambil bagian dari perubahan. Partisipasi generasi milenial sangat dibutuhkan,” tuturnya.
Dia mencontohkan peristiwa Sumpah Pemuda 1928 menjadi momentum pemuda seluruh Indonesia bersatu dan bertekad memerdekakan Indonesia. “Peran pemuda atau generasi milenial disesuaikan dengan waktu. Di usia 23 tahun reformasi, dibutuhkan peran milenial dalam mengawal cita-cita reformasi yang sudah kebablasan,” tambah Tri.
Menurut Kak Tri, cita-cita demokrasi reformasi nyaris hilang dan akan kembali ke era mayoritas tunggal seperti di orba. Untuk itu ia meyakinkan para generasi milenial untuk berhenti mendambakan hal tersebut untuk segera mengambil loangkah nyata.
“Indonesia butuh peran pemuda yang mampu membuat perubahan di Republik ini, dan tidak hanya mendambakan perubahan itu. Apalagi di Wonogiri, sangat butuh peran pemuda agar demokrasi tidak mati!” tegasnya.
Dijelaskan oleh Kak Tri, partai NasDem tak mengenal mahar untuk berpolitik. Namun, peran pemuda merupakan value tersendiri dalam politik. “Banyak yang beranggapan dunia politik itu kotor, ganas dan jauh dari kata baik. Nilai-nilai kebaikan yang dihasilkan dari politik kian memudar sehingga membuat kepercayaan masyarakat menurun,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Tri, peran pemuda sangat dibutuhkan untuk berkiprah langsung dalam politik. “Di sinilah perpolitikan Indonesia membutuhkan sosok yang dapat membuka gerbang kepudaran itu. Kesempatan golongan pemuda untuk berkarya, bersuara dan berkiprah langsung. Edukasi masyarakat pinggiran agar tidak dininabobokkan oleh janji-janji,”lanjutnya.
Aktif di partai politik bagi generasi muda hendaknya menjadi tujuan pertama. Tak ubahnya di NasDem yang selalu membuka lebar pintunya utnuk merengkuh generasi milenial untuk bergabung dan membawa perubahan yang nyata.
“Dekati dan ajak rakyat memahami demokrasi agar milenial NasDem Wonogiri hadir memberi solusi. Yen ora milih NasDem ora ayem (jika tidak memilih MasDem tidak ayem),” pungkasnya.
