Ditulis oleh Suryono (Bendahara Umum DPD Nasdem Wonogiri)
JATENG.NASDEM.ID – Pengurus DPD Nasdem Kabupaten Wonogiri melakukan program SLJ atau sonjo, layat, dan jagong (berkunjung, takziyah, dan menghadiri hajatan) ke tokoh masyarakat di Wonogiri pada Rabu (5/5).
Kegiatan itu bertujuan untuk penguatan partai, menyolidkan kepengurusan tingkat DPD, serta sosialisasi Partai NasDem kemasyarakat.
Selain itu, SLJ yang rutin dilakukan ini juga bertujuan memilah tokoh-tokoh masyarakat Wonogiri yang kompeten untuk dilamar menjadi pengurus baik pengurus DPD, DPC maupun DPRt.
SLJ oleh dilakukan oleh Ketua DPD Nasdem Wonogiri H Sunyoto bersama Sekretaris DPD Nasdem Wonogiri Tri Wahyudi dan pengurus lain menemui mantan kepala desa di Kecamatan Manyaran. Kegiatan ini dikemas dalam obrolan ringan layaknya nongkrong di wedangan atau hik (hidangan khas kampung).
Obrolan selama dua jam berakhir pukul 22.00 WIB itu, penuh keakraban dan saling mengisi. Sunyoto menyampaikan tahun 2022, Partai Nasdem akan menggelar konvensi Presiden di Pilpres 2024.
“Peserta konvensi Presiden akan dikenalkan keliling di Pulau Jawa. Kami berharap DPD Nasdem Wonogiri menjadi salah satu tempat pengenalan Capres konvensi tersebut,” ujarn Sunyoto.
Untuk itu, Sunyoto yang juga anggota DPRD Wonogiri periode 2014-2019 ini, menjelaskan Nasdem Wonogiri membuka diri bagi para tokoh masyarakat dan generasi milenial untuk bergabung. Kepada tokoh masyarakat Manyaran, Sunyoto menawarkan kepengurusan tingkat DPC bisa terbentuk.
“Silakan tokoh masyarakat Manyaran menyiapkan calon-calon yang sevisi misi NasDem untuk mengawal demokrasi di Wonogiri. E-KTA menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan Nasdem dalam menata struktur partai. Kamo berharap setelah DPC Nasdem Manyaran terbentuk, segera gas e-KTA,” tambahnya.
Sekretaris DPD Nasdem, Tri Wahyudi menambahkan target satu fraksi NasDem di DPRD Wonogiri optimis bisa terpenuhi.
“Lima kursi merupakan target terukur. Target itu didasarkan dari hasil perolehan suara di Pileg 2019, dimana selisih suara Nasdem di kursi terakhir di lima dapil berselisih sedikit dengan partai lain, ungkap Tri.
Ia mengatakan melihat semangat dan komposisi kepengurusan saat ini, selisih suara itu bisa diungguli. Sementara itu, tokoh masyarakat Manyaran, Eko Sonto, mengatakan di Kecamatan Manyaran terdapat tujuh desa/kelurahan.
“Hak pilih berjumlah 38.000 lebih namun pengguna hak pilih sebanyak 26.000 pemilih. Potensi itu harus dilihat Nasdem Wonogiri,” ungkap Eko.
Di akhir obrolan, ia mengusulkan agar Caleg yang didaftarkan di Pileg 2024 memiliki jiwa petarung.
“Saya pribadi siap membantu,” ungkap Eko penuh yakin.
