JATENG.NASDEM.ID – NasDem Temanggung menggelar acara Ramadan. Bersamaan itu juga dilakukan konsolidasi di kecamatan-kecamatan. Tujuannya untuk mempercepat perolehan e-KTA.
’Per hari ini jumlah e-KTA kami baru mencapai 2.457 anggota, atau sekitar 16 persen dari target,’’ ujar Ketua DPD Temanggung Muhamad Sayid, kepada JATENG.NASDEM.ID, Jumat (30/4).
Wakil Ketua Organisasi dan Keanggotaan DPD Temanggung Eko Budi Hartono melakukan safari Ramadan di di Kecamatan Bansari, yang dihadiri pengurus cabang dan anggota DPRD Temanggung dari dapil tersebut.
‘’Sambil memantabkan buka puasa, kami membahas terkait dengan agenda restrukturisasi serta merumuskan cara-cara untuk mempercepat pembentukan penngurus di tingkat DPRt,’’ ujar Eko Budi Hartono yang akrab disapa Tony.
Menurut Tony, di Kecamatan Bansari terbagi atas 13 desa dan 43 dusun serta 45 rukun warga. ‘’Berdasarkan registrasi 2021, jumlah penduduknya mencapai 22.000 orang dengan pemilih tetap sebanyak 13.000,’’ ujarnya.
‘’Bersama pengurus cabang, kami berembuk untuk menyegerakan pembentukan pengurus DPRt. Dengan 13 desa yang ada di Bansari, maka kami harus mencari 715 orang yang mau menjadi kader NasDem dan duduk di kepengurusan itu,’’ katanya.
Beruntung, Tony menambahkan, NasDem di Kecamatan Bansari memiliki wakil di DPRD Temanggung. ‘’Kader kami, Kakak Umi Fadhilah mewakili kecamatan Bansari, Bulu, Kledung dan Parakan,’’ ujarnya.
Menurut Tony, medan pertempuran di Bansari memang sengit. ‘’Dapil dua ini menyediakan sembilan kursi tetapi tidak ada yang dominan,’’ katanya.
Tony yang pernah beberapa kali menjadi camat di Temanggung ini menambahkan, cairnya perpolitikan di daerahnya tersebut tidak hanya terjadi pada Pileg 2019 saja tetapi juga sebelumnya.
Pada Pileg 2019, terdapat 10 partai politik yang kebagian kursi. PDIP dengan perolehan kursi sebanyak 9 buah, kemudian PKB (7 kursi), Golkar (6 kursi), Gerindra (5 kursi), PAN (5 kursi), PPP (5 kursi), PKS (3 kursi) , Hanura (2 kursi), Nasdem (2 kursi), dan Demokrat (1 kursi).
Mencermati komposisi perolehan kursi itu nampak tidak ada partai yang dominan menguasai kursi DPRD Kabupaten Temanggung. Partai dengan perolehan kursi terbanyak, yakni PDIP, hanya unggul dua kursi dibandingkan PKB. Adapun PKB hanya lebih banyak satu kursi dari Golkar.
Bahkan di bawah Golkar terdapat tiga partai yang mendapatkan kursi dalam jumlah sama, yaitu Gerindra, PAN dan PPP. Disusul PKS, Hanura dan NasDem, serta Demokrat, yang berturut-turut perolehan kursinya hanya selisih satu buah.
Demikian pula, hasil Pemilu 2014, 2009 dan 2004 lalu, perolehan kursi DPRD Temanggung dari partai-partai peserta pemilu juga tidak jauh selisihnya. Pada tahun 2014, tiga partai besar-partai yang mendapatkan kursi terbanyak DPRD Temanggung adalah PDIP (7 kursi), PKB (6 kursi) serta PAN, Golkar, PPP (ketiganya 5 kursi).
Kemudian, pada 2009, PDIP dan PAN (7 kursi), lalu PKB dan Golkar (6 kursi) serta PPP (5 kursi). Serta pada 2004, Golkar (11 kursi), PDIP (10 kursi), dan PPP (8 kursi). Dalam tiga kali Pemilu terlihat, selisih perolehan kursi antara partai dengan jumlah kursi terbanyak dengan partai di bawahnya hanya satu buah.
Fakta berbeda terlihat dengan hasil Pemilu 1999. Dalam pemilu kali pertama di era reformasi tersebut, perolehan kursi DPRD Temanggung antar-partai (terutama partai-partai dengan perolehan kursi terbanyak) jaraknya masih jauh. Yakni, PDIP (14 kursi), PKB (9 kursi), PPP (7 kursi), Golkar (5 kursi), serta PK, PBB, PNU (ketiganya 1 kursi). Pada saat itu, di DPRD Temanggung juga masih ada fraksi ABRI dengan jumlah kursi 5 buah.
Dengan memandingkan tiga kali penyelenggaraan pemilu itu, Tony yakin jika pada Pileg 2024, NasDem Temanggung bisa menambah perbendaharaan kursinya.
‘’Tentu saja untuk mendapatkannya, mulai saat ini kita harus sudah bekerja,’’ katanya optimistis.

