BILA anggota DPR menyediakan rumah aspirasi di daerah pemilihan merupakan hal lumrah. Apalagi, ketentuan itu memang tercantum dalam peraturan DPR RI No 1 tahun 2014 yaitu Rumah Aspirasi bagi setiap anggota DPR RI dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.
Namun apa yang dilakukan anggota Tim Pemenangan Jawa III DPP Partai NasDem Harry Poernomo bisa dibilang terobosan. Mantan anggota DPR, yang kini berusia 71 tahun itu, atas inisiatif pribadi mendirikan rumah aspirasi bagi warga Kabupaten Magelang.
“Bagi saya yang penting adalah masyarakat punya tempat untuk menyampaikan aspirasi,” kata Harry saat ditemui Rabu (14/4/2021).
Rumah aspirasi yang dibangun Harry beralamat di Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah. Harry mengatakan rumah aspirasi tersebut baru berdiri empat bulan belakangan ini.
Selama empat bulan ini, rumah aspirasi yang didirikan Harry sudah aktif menerima aduan, saran, dan aspirasi.
Ia mengatakan adanya rumah aspirasi tersebut disambut baik oleh masyarakat. Bukan hanya sekadar untuk menyampaikan aspirasi, tetapi juga sering dijadikan tempat berkegiatan masyarakat.
“Masyarakat yang datang macem-macem seperti minta bantuan, dukungan, usulan, kadang ngopi-ngopi saja dan silaturahmi,” kata Harry penuh ramah.
Ia menambahkan rumah aspirasi terbuka untuk pertemuan masyarakat hingga arisan, halalbihalal, Natal dan Tahun Baru. “Yang penting jumlah orangnya nggak terlalu banyak dan mematuhi prokes,” ujarnya memberi pesan.
Menurut Harry, berbeda dengan rumah aspirasi para anggota DPR RI yang biayanya ditanggung oleh negara, Harry mengaku membiayai segala operasional rumah aspirasi tersebut dari kantong pribadi.

“Sejak awal saya sudah menyiapkan rumah aspirasi. Saya sementara pakai dana pribadi karena sudah tidak anggota DPR RI. Masih nyicil-nyicil juga untuk biayanya,” ia menjelaskan.
Harry mengatakan jika jika ada anggota DPR RI yang tak memiliki rumah aspirasi maka hal tersebut adalah keliru. “Negara memberikan fasilitas yang dibiayai negara. Jika ada anggota DPR RI yang tidak punya rumah aspirasi tidak betul,” katanya.
Selain menjadi ‘rumah rakyat’ dan menjaring aspirasi, rumah aspirasi tersebut juga menjadi sarana baginya untuk mempopulerkan Partai NasDem di kalangan masyarakat.
Harry mengatakan, cara itu ternyata lebih efektif untuk menarik minat masyarakat.
Rumah aspirasi Harry Poernomo buka tiap hari selama 24 jam penuh. Bahkan disiapkan petugas yang siap melayani masyarakat jika Harry tengah ada kegiatan di luar.
“Kita bisa menerima siapapun kapanpun untuk menampung aspirasi, keluhan, atau hanya ngopi-ngopi saja,” kata Harry membuka diri. (Nasdemjateng.id)

