18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Wakil Ketua MPR : Pemerintah Perlu Waspadai DBD

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai lonjakan kasus demam berdarah di Tanah Air.

 

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan,  jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) sampai Selasa (14/4), mencapai 41.883 kasus. Angka itu lebih tinggi ketimbang total kasus tahun lalu sebanyak 40.425 orang.

 

“Saya memahami, pemerintah saat ini memang dihadapkan pada persoalan kesehatan yang rumit dan berat terkait dengan wabah Covid-19. Namun tren naiknya jumlah kasus DBD juga jangan diabaikan,” kata Lestari di Jakarta, Kamis (16/4).

 

Apalagi melihat  jumlah orang meninggal akibat DBD yang juga meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2019. Berdasarkan data di Kemenkes, jumlah korban meninggal hingga 14 April 2020, mencapai 266 orang atau hampir mendekati jumlah korban meninggal sepanjang 2019 sebanyak 354 orang.

 

“Ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah perlu kembali mengingatkan masyarakat dan aparat kesehatan di daerah untuk mencegah, mewaspadai, dan menanggulangi DBD ini. Kita tidak ingin rakyat menjadi korban,” tukas Legislator NasDem yang akrab disapa Rerie tersebut.

 

Wakil Ketua MPR itu juga mengingatkan soal keterbatasan daya tampung rumah sakit. Di masa pergantian musim ini, ujarnya, selain wabah Covid-19, potensi peningkatan penyakit lainnya seperti DBD, juga tinggi. Sehingga kondisi rumah sakit saat ini penuh sesak dengan pasien.

Akibatnya bila kondisi pasien dinilai tidak parah sekali, tambah Rerie, dokter enggan merawat inap pasien non-Corona di rumah sakit karena khawatir terpapar Covid-19.

 

“Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 tetap perlu memperhatikan aspek perlindungan bagi pasien yang bukan terpapar Covid-19. Perlu betul-betul dipikirkan jangan sampai rumah sakit, baik yang rujukan ataupun non-rujukan, memiliki peran ganda yang membuat masyarakat enggan berobat,” ujarnya. (PartaiNasDem.id)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top